Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Erwan dan Surip: Kami Ingin Mereka Punya Tempat Untuk Pulang

28 September 2024 19:00

Erwan dan Surip: Kami Ingin Mereka Punya Tempat Untuk Pulang

 KEJUTAN BUAT ANAKNYA

Cita-cita itu, sepertinya akan segera bertemu titik terang. Rumah Erwan dan Surip, dibangun ulang oleh OPSHID untuk menjadi lebih layak. Gratis, mereka tak perlu menanggung biayanya. Saking gembiranya, Erwan sudah berhari-hari tidak berangkat memulung sampah dan hanya menunggu sembari rumahnya dibangun oleh OPSHID.

“Alchamdulillah, senang banget udah dibantu”, ungkap Erwan. Senada dengan Erwan, Surip juga menyatakan kegembiraannya, "saya bingung mau benerin rumah tapi gak bisa, ternyata udah ada yang mau bantu", Surip tertawa riang.

Ketika tim OPSHID Media menanyakan bagaimana reaksi anak-anak, mereka menjawab, “anak-anak belum tahu, mau buat kejutan aja”.

“Jadi mereka belum dikabari?”.

“Belum”.

Maka pada sore itulah, tim OPSHID Media langsung berinisiatif mengantar Erwan dan Surip menemui anak-anaknya untuk menyampaikan kabar gembira tersebut.

Selasa (24/09/24) sore, langit mendung. Erwan dan Surip bersama tim OPSHID Media dan OPSHID Jakarta Pusat berangkat menemui Nur dan Hidayat ke Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama I, Klender, Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur. Di perjalanan itu pula, Erwan dan Surip bertutur bahwa Ningsih, anak tertua, sudah dipindah ke panti yang lain dan mereka belum tahu dimana panti baru tersebut.

Begitu tiba di Panti Anak Putra Utama I, Surip langsung memanggil-manggil, “Nur… Dayat… ibu datang”.

Nur dan Dayat berlarian mendatangi orang tuanya. Mereka terlihat gembira mendapat kunjungan tiba-tiba dari orang tuanya.

“Kenalin ini kakak-kakaknya dari OPSHID. OPSHID ini ntar yang bikin rumah kita jadi bagus”, ucap Erwan.

“Nanti rumahnya jadi bagus ya yah? Ada airnya?”, tanya Dayat.

“Iya, lah. Bagus, ada keran airnya”, jawab Erwan.

IMG_5703.webp (542 KB)
Dari kiri: Surip, Nur, Erwan dan Dayat

Dayat terlihat riang dengan senyum yang lebar. Sebaliknya, Nur malah bersedih dan menitikkan air mata.

“Jangan nangis gitu, dong. Kan ibu udah datang ke sini”, ucapan Surip ini malah membuat Nur makin tersedu-sedu.

Pihak panti juga menyatakan kegembiraan mereka pada kabar pembangunan rumah syukur untuk Erwan dan Surip. Mereka menyatakan dukungan, dan membantu Erwan dan Surip untuk menemui Ningsih yang sudah berpindah panti. Rupanya karena usia yang sudah memasuki tingkat SMP, Ningsih harus pindah ke Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama III, yang memang khusus untuk anak-anak sebayanya.

Setelah melepas rindu, kami berpamitan pada Nur, Dayat, dan pihak panti. Nur dan Dayat terlihat berat hati karena harus berpisah lagi dengan orang tuanya, tetapi mereka menghadapinya dengan senyuman. Kami pun berangkat menuju Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama III, di Jalan Swadaya Raya, Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur.

Penulis: Sa’adatush S.

Editor: Nuraida