Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur

17 Maret 2026 19:05

Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur

Jombang - Menjelang hari raya Idul Fithri, Selasa (17/3/2026) Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) Front Ketuhanan Yang Maha Esa (FKYME) kembali memperkuat komitmen sosialnya melalui kegiatan pembagian parcel kepada para penerima Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah (RSLHS) di berbagai wilayah di Indonesia. 

Program ini sebuah manifestasi bentuk Sambung Roso yang telah konsisten dirawat sejak tahun 2013 atas petunjuk dari Ketua Umum OPSHID FKYME Sang Maulana M. Subchi Azal Tsani. Di bawah komando beliau, gerakan ini menjadi tradisi sosial jiwa-jiwa pemuda Shiddiqiyyah seluruh Indonesia Raya.

Pada dasarnya, pembagian parcel ini menjadi wujud shillaturrochmi antara OPSHID dan para penerima. Kepedulian tak berhenti pada pembangunan rumah, tetapi berlanjut pada fase pangruwatan, yakni upaya pemeliharaan terhadap kondisi bangunan sekaligus kesejahteraan penghuninya. Hal ini menunjukkan totalitas pelayanan OPSHID dalam program Rumah Syukur.

“Agenda ini menjadi perwujudan dari S3 ciri khas Shiddiqiyyah. Juga bagian dari pangruwatan, jadi selain menyampaikan parcel lebaran juga memantau kondisi kesehatan keluarga dan bangunan tersebut, apakah ada kondisi kerusakan yang memang harus segera diperbaiki”, terang Aria Rahman selaku DPP OPSHID Departemen Kemanusiaan.

Di Jombang sendiri, parcel dibagikan di 15 titik kecamatan berjumlah 94 paket. Setiap paket bernilai Rp250.000, berupa uang tunai Rp100.000 dan bingkisan lebaran senilai Rp150.000. Program ini terealisasi dengan total dana sebesar Rp23,5 juta, yang seluruhnya bersumber dari shodaqoh DPP OPSHID dan DPD OPSHID Jombang.

Kemandirian finansial tersebut menjadi bukti lestarinya shodaqoh dari jiwa-jiwa OPSHID, dan diperkuat kesiapan relawan yang turun di lapangan. Sinergi ini menjadi kekuatan nyata dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.

20260317_152917_0000.jpg (1.07 MB)

Berangkat dari semangat itulah, OPSHID menghadirkan kebahagiaan di moment Idul Fithri—yang identik dengan kebersamaan dan hidangan istimewa, agar semua keluarga penerima dapat ikut menikmatinya. Seperti disampaikan Aria, “Saat Idul Fithri, kita yang mampu tentu bisa merasakan bahagianya makan enak bersama keluarga. Tapi saudara-saudara kita yang kurang mampu belum tentu merasakan hal yang sama. Karena itu, pembagian parcel ini bertujuan agar mereka ikut merasakan kebahagiaan Idul Fithri tanpa terbebani kebutuhan makanan dan sembako.”

Meski tidak berlangsung serentak di hari yang sama, OPSHID di berbagai daerah juga menyelenggarakan program serupa dengan semangat yang sama.  

20260317_151844_0000.jpg (2.09 MB)
Penyerahan bingkisan lebaran oleh DPD OPSHID Pasuruan, Jawa Timur

Di Jawa Tengah, ketua DPD Klaten juga menyampaikan respon para penerima ketika kedatangan anggota OPSHID, “Alchamdulillah, kami terus bergerak sesuai arahan Sang Maulana dengan penuh semangat, bersinergi dalam ibadah kemanfaatan dengan menyalurkan empat parcel Sambung Roso. Penerima menyambut hangat kedatangan kami dan merasa bersyukur tetap diperhatikan oleh dulur-dulur OPSHID”, terang Mar’atus Shollihah, ketua DPD OPSHID Klaten, Jawa Tengah. 

Dari kebersamaan yang terjalin, setiap kegiatan ini dilaksanakan tidaklah lepas dari rasa syukur yang terpancar lewat senyum bahagia para penerima.

Salah satu penerima Rumah Syukur, Mbah sudarkono (85), menyampaikan rasa terima kasihnya,“Alchamdulillah diparingi (diberi) bingkisan, rasanya senang. Mugi-mugi kyai pinaringan panjang umur, matursuwun (semoga kyai senantiasa panjang umur, terima kasih)."

Mbah riyati (60), yang sudah tidak bekerja dan hanya tinggal bersama cucunya, juga memanjatkan doa atas segala kebaikan diterimanya, seraya berharap keberkahan senantiasa menyertai para relawan.

Dengan memprioritaskan kesejahteraan rakyat yang layak menerima bantuan, seluruh program kemanusiaan ini bermuara pada realisasi cinta tanah air. Dalam upaya melestarikan gerakan tersebut, Aria mengharapkan kesolidan jiwa-jiwa OPSHID, “Untuk teman-teman OPSHID, semoga semakin kompak dan solid dalam mengabdi kepada tanah air, bangsa, dan negara melalui jalur ibadah sosial.” (OPSHID Media)

 

Penulis: Jauharotun Naaja

Editor: Nuraida