ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Alami Lonjakan, Ribuan Manusia Hadir Dalam Syukuran Kenongo Cino di Kabuh
10 Februari 2026 03:40

JOMBANG - Lebih dari 2.000 warga Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia dan masyarakat umum memadati Taman Thoriqoh Shiddiqyyah I yang terletak di Desa Kauman Jazima, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Minggu (08/02/2026) lalu. Para peserta hadir untuk mengikuti Tasyakkuran Hijrah Syajarotin Mubarokatin Kenongo Cino yang ke-24.
Acara tahunan yang diselenggarakan sejak 2002 pada setiap bulan Sya’ban ini dilaksanakan untuk mengenang sejarah spiritual pemindahan pohon Kenongo Cino pertama yang erat hubungannya dengan leluhur Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah.
Prosesi tasyakuran ditandai dengan doa khusus yang dipimpin oleh Kholifah Shiddiqiyyah Tasricul Adib Aziz serta diakhiri dengan tradisi unik pembagian konsumsi yang dikenal sebagai 'Tasyakkuran Coekan'.
Acara tasyakkuran ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun setelah malam Nisfu Sya’ban. Kepadatan jamaah pada tahun ke-24 ini melampaui ekspektasi panitia.
Ketua Panitia Acara, Bagus Hariyanto, mengonfirmasi lonjakan hadirin tersebut. Ia menjelaskan bahwa antusiasme tidak hanya datang dari warga Shiddiqiyyah tetapi juga dari masyarakat umum di berbagai daerah.
"Acara tasyakkuran hijrah kenongo cino tahun ini dihadiri lebih dari 2.000 orang. Kami panitia menyediakan 1.000 cobek, dan di pagi hari itu sudah habis, sementara pengunjung masih banyak yang berdatangan. Saya yakin lebih dari 2.000 orang yang datang," terang Bagus Hariyanto.

Secara historis, Tasyakkuran ini berawal dari pemindahan pohon kenongo cino dari kediaman Kyai Achmad Sanusi Tamriz Abdul Ghofar menuju komplek pemakaman beliau di Kauman Jazima, Kabuh. Kyai Achmad Sanusi Tamriz Abdul Ghofar sendiri adalah kakek buyut dari Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Kyai Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mukhti.
Pohon yang dianggap memiliki nilai spiritual tinggi ini dimaknai secara mendalam oleh warga Shiddiqiyyah. Kata "Kenongo Cino" diartikan sebagai "kenangan suci dari niat" diambil dari kata'kenongo' yang berarti kenangan, 'ci' berarti suci, dan 'no' berarti niat/nawaitun. Selain makna filosofis, tanaman ini juga dipercaya memiliki khasiat untuk kesehatan dan melancarkan rezeki bagi pemiliknya.
Susunan acara dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan masuknya Bapak Kholifah Tasricul Adib Aziz ke lokasi Pohon Kenongo Cino untuk melaksanakan doa khusus. Setelah itu, acara seremonial dilanjutkan di Mushola Khodamul Ulum.
Puncak acara adalah doa bersama dan Mauidhotul Chasanah yang disampaikan oleh Kholifah Shiddiqiyyah Tasrichul Adib Aziz.
Ciri khas yang paling menonjol dalam tasyakkuran ini adalah tradisi Coekan. Panitia menyajikan konsumsi dengan cara menyajikan makanan langsung di atas cobek (batu ulekan). Makanan yang disajikan pun spesifik, yaitu nasi gurih dengan lauk utama telur ayam kampung yang dilengkapi peyek dan srundeng sebagai pendamping.
Pelaksanaan acara melibatkan berbagai organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah, dengan panitia inti berasal dari warga Shiddiqiyyah Kecamatan Kudu dan Kecamatan Kabuh.
Pada kesempatan tersebut juga dihadiri oleh Organisasi Masyarakat sekitar Jombang salah satunya yakni perwakilan dari Koramil dan Polsek Kabuh, Camat Kabuh, serta Kepala Desa Kabuh dan Genengan Jazem.
Tasyakkuran hijrah Kenongo Cino ini dilaksanakan rutin setiap tahun sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan spiritual pendahulu Thoriqoh Shiddiqiyyah, sekaligus memelihara tradisi yang telah berlangsung selama dua dekade lebih di Jombang. (OPSHID Media)
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur