Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Bertemunya Dua Hari Raya dan Hubungannya Dengan Sholat Dzuhur

07 Juni 2025 09:00

Bertemunya Dua Hari Raya dan Hubungannya Dengan Sholat Dzuhur

Jombang—dalam rangka Hari Raya ‘Idul Adha 1446 H, Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah Indonesia gelar jama'ah sholat 'Idul Adha pada Jum’at (06/06/2025). Ratusan Jam'iyyah Thoriqoh Shiddiqiyyah baik dari dekat pesantren maupun dari kota-kota sekitar Jombang turut mengikuti jama'ah sholat ‘Idul Adha yang diadakan di lapangan Matahari Terbit kawasan Pesanten Shiddiqiyyah Jombang.

IMG_8008.webp (2.09 MB)
Dokumentasi Sholat 'Idul Adha

Jama'ah sholat ‘Idul Adha diimami oleh Kholifatush Shiddiqiyyah Bpk. Tasrichul Adib Aziz dan dilanjutkan dengan Khutbah oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Al Mukarrom Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu'thi. Dalam khutbah yang disampaikan tersebut, salah satunya Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah menyampaikan bahwa hari ini merupakan pertemuan 2 Hari Raya.

“Chadirin wal chadirot, ketahuilah hari ini bertemulah 2 hari raya, bertemulah 2 sholat wajib hari raya, bertemulah 2 khutbah hari raya.

  • Hari raya pertama, hari raya 'Idul Jum’at, hari raya kedua hari raya 'Idul Adha.
  • Dua sholat ied, sholat ied pertama sholat 'Idul Jum’at dua roka’at. Sholat ied yang kedua, sholat 'Idul Adha juga dua roka’at.
  • Sholat 'Idul Jum’at disertai dua khutbah, sholat 'Idul Adha juga disertai dua khutbah”.

Mengenai hal tersebut, beliau menyampaikan pendapat Shohabat Ibnu Abbas mengenai bertemunya 2 hari raya. “Bagi orang Islam yang sudah ikut sholat Idul Adha dapat rukhso artinya dapat keringanan dari Alloh Ta'ala. Boleh sholat Jum'at boleh tidak sholat Jum'at. Karena kalau sholat Jum'at dapat pahalanya sholat Jum'at penuh, kalau tidak sholat Jum'at tidak berdosa karena dapat rukhso dari Alloh Ta'ala.

Bagi yang tidak ikut sholat ‘Idul Adha, wajib sholat Jum'at, karena tidak ada rukhso. Jadi jika tidak melaksanakan sholat Jum'at dosa. Bagi orang yang ketinggalan, bukan sengaja ketinggalan, ketinggalan tidak sengaja, tidak ikut sholat ‘Idul Adha, setelah sampai rumah
sholat masing-masing 4 rokaat di rumahnya masing-masing, atau di tempat lain. Ini
pendapat shohabat Ibnu Abbas,” pitutur luhur Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah.

Menurut beliau masalah sholat dzuhur tidak ada hubungannya dengan sholat ‘Idul Adha atau ‘Idul Fitri tidak ada hubungannya dengan sholat ‘Idul Jum’at. “Qur-an tidak menerangkan, hadits tidak menerangkan hubungan sholat ‘Idul Jum’at dengan sholat Dzuhur. Kalau agama sudah menentukan tidak ada hubungannya sama sekali, jangan coba-coba menghubungkan, sebab coba-coba menghubung-hubungkan akhirnya ikut membuat agama sendiri, ini tidak boleh.”

Kemudian setelah jama'ah dan khutbah selesai, dilanjutkan dengan acara ceremonial pelaksanaan pemotongan hewan qurban.

Pemotongan hewan qurban tersebut dilaksanakan di area depan Gedung ORSHID Pesantren Shiddiqiyyah,dan dihadiri langsung oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah dan keluarga, serta pengurus organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah pusat. Sebelum melaksanakan penyembelihan hewan qurban dimuai, terdapat serangkaian acara yakni pembacaan doa dan syair-syair, yang dilanjut dengan prakata panitia serta diakhiri dengan do'a oleh Sang Mursid.  

Jumlah hewan qurban pada tahun ini sebanyak 56 ekor kambing dan 3 ekor Lembu. Penyaluran daging hewan qurban tersebut diutamakan pada dua poin, yakni untuk Shohibul Qurban dan fakir miskin. Dan tidak hanya di area Ploso saja, daging hewan qurban juga tersalurkan ke beberapa daerah di sekitar Jombang.

Mengenai ibadah qurban, disampaikan dalam Al Qur’an (Surat Al Hajji ayat 37), yang artinya, “tidak akan sampai kepada Alloh daging qurban, darahnya qurban. Tetapi yang sampai kepada Alloh adalah ketaqwaanmu.” (OPSHID Media)

Penulis: Nur Mika Sari

Editor: Sa’adatush S.