ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Kapolri Menghadap Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Mendapat Nasihat Untuk Perlindungan Negara
20 Agustus 2025 18:35

Jombang – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo kunjungi Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang, pada Rabu (20/8/2025).
Sigit tiba pukul 13:45 WIB menaiki helikopter yang mendarat di Stadion Jombang sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Ploso, kompleks pesantren Shiddiqiyyah berada.
Setibanya di pesantren, Kapolri didampingi Kadiv Humas, Kadiv Propam, Karobinkar SSDM, Kapolda Jatim beserta Kapolres Jombang, Wagub Jawa Timur, dan Bupati Jombang menuju tempat pertemuan di gedung Kaseban Jati Kasampurnan.
Hadir pula perwakilan pengasuh Ponpes. Tebu Ireng, Ponpes Bahrul Ulum, Ponpes. Roudhlotul Tahfidzil Quraani, dan perwakilan dari organisasi-organisasi di lingkungan Shiddiqiyyah.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolri menyampaikan maksud kedatangannya, "tujuan utama shillaturrochmi ini untuk menjalin sinergitas antara ulama’ dan umaro. Saling mengingatkan, saling memberikan masukan dan mengoreksi agar menjadi kekuatan bersama, sekaligus menjalin shillaturrochmi dengan keluarga besar pesantren Shiddiqiyyah”, ungkap Listyo Sigit.
Penyambutan berlangsung hangat, dengan lantunan sholawat yang mengiringi langkah rombongan, “Terima kasih karena sudah membantu kami dalam menjaga stabilitas. Tidak ada suatu negara yang bisa membangun keamanan jika stabilitasnya terganggu”, tambahnya.
Dalam waktu yang sama, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi menyampaikan pesan tentang langkah penting yang harus ditempuh untuk keselamatan NKRI.
“Dalam menyikapi situasi negara saat ini, kembalilah berpegang teguh pada manunggalnya sila pertama dan sila kedua. Bahwa negara kita ini, negara berdasarkan ketuhanan yang maha esa dan kemanusiaan yang adil dan beradab. Itulah benteng yang sangat kuat untuk membentengi negara kita ini”.
Selain itu, Syekh Mukhtar juga menyampaikan bagaimana cara menghadapi bencana dalam negeri maupun luar negeri. “Oleh sebab itu, perlindungan menghadapi bencana dalam negeri maupun luar negeri satu-satunya cara yaitu dengan manunggalnya keimanan dan kemanusiaan. Jadi kembali kepada dasar negara (Pancasila -red). Ini jiwanya, yang menjiwai alenia satu, dua, tiga, empat, lima. InsyaAlloh kita akan menjadi negara yang kuat dan jaya. Maka kita harus betul-betul bersatu, lahir dan bathin”, pesan Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah.
Dalam kunjungan tersebut Kapolri juga mengadakan santunan dan Bazar pangan murah yang berlokasi di depan masjid Baitus Shiddiqin Pesantren Shiddiqiyyah. Kunjungan Kapolri diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin Sang Mursyid dan ramah tamah sebelum rombongan meninggalkan pesantren. (OPSHID Media)
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan