Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Kiriman Pembaca

Dari Zona 1 untuk Khususul Khusus: Ketika Satu Excavator Membawa Pesan Besar

· 7 menit baca

Dari Zona 1 untuk Khususul Khusus:  Ketika Satu Excavator Membawa Pesan Besar

Satu alat berat lagi tiba di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah Pusat. Sebuah excavator yang dihadirkan oleh OPSHID Zona 1 untuk dipersembahkan kepada 5 proyek khususul khusus. Alat yang sudah lama diperjuangkan tersebut, kini bisa hadir untuk bergabung dalam proses percepatan 5 proyek tersebut.

Beberapa waktu yang lalu OPSHID Zona 1 selalu menyampaikan harapan yang sama, berulang kali dalam pertemuan-pertemuan kecil, bagaimana caranya supaya kami bisa segera mewujudkan pengadaan alat berat sendiri untuk mendukung Proyek khususul khusus. Tentu hal itu bukan harapan yang mudah untuk kami wujudkan, kendalanya pun banyak dan beragam — mulai dari keterbatasan dana, proses pencarian unit yang layak, hingga rangkaian urusan teknis yang tidak sederhana bagi sebuah zona yang belum pernah bermain dalam bidang kontruksi maupun pengadaan alat-alat berat.

Namun bagi kami jiwa-jiwa OPSHID selalu meyakini, bahwa apa yang tidak mungkin diselesaikan dengan hitungan manusia pasti bisa terbuka jalannya atas berkat rochmat Alloh, ridlo Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah serta dorongan kasih sayang Sang Maulana yang tidak pernah putus kepada jiwa-jiwa OPSHID. Satu demi satu kendala yang tadinya terlihat menghadang kami, perlahan menemukan jalan.

Dan hari itu, harapan yang sempat terasa jauh berubah menjadi fakta yang bisa disaksikan: satu unit excavator Komatsu PC200 tahun 2008, bekas, resmi dipersembahkan Zona 1 untuk Proyek Khususul Khusus.

Dari Zona 1 untuk Khususul Khusus:  Ketika Satu Excavator Membawa Pesan Besar
Excavator Komatsu PC200 tahun 2008

Bukan alat baru. Bukan unit mewah dengan harga selangit. Justru dari kesederhanaan itulah nilainya terasa berlipat — sebuah perjuangan yang dijalani dengan penuh kesabaran, bukan pengadaan yang datang begitu saja.

Tapi dari alat berat bekas yang penuh perjuangan inilah, Sang Maulana justru membuka penjelasan tentang sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar satu unit excavator.

Tulisan ini merupakan kiriman pembaca. Isi dan pendapat di dalamnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak selalu mencerminkan sikap redaksi OPSHID Media.

Penulis:

Editor: Sa’adatush S.