Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Kiriman Pembaca

Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia

· 3 menit baca

Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia

Indonesia memiliki lebih dari 1.200 kelompok suku, ratusan bahasa, ribuan pulau, dan beragam agama. Persatuan di tengah keragaman itu dirumuskan antara lain lewat Sumpah Pemuda pada Kongres Pemuda II, 27–28 Oktober 1928. Tulisan opini ini menelaah dasar persatuan tersebut dan tantangannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bangsa yang tidak lahir dari kesamaan

Indonesia tidak dibangun di atas satu bahasa ibu, satu suku, satu agama, atau satu tradisi. Kondisi geografisnya pun tidak memudahkan masyarakat untuk selalu terhubung.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memiliki lebih dari 1.200 kelompok suku dan 694 bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Data yang dirujuk BPS juga mencatat 17.001 pulau berdasarkan pemutakhiran data administrasi wilayah dan pulau pada 2022.

Angka-angka itu menggambarkan masyarakat dengan bahasa, adat, ingatan sejarah, dan cara hidup yang tidak selalu sama.

Lantas, bagaimana mereka bisa menyebut diri sebagai satu bangsa?

Menurut penulis, tinggal di wilayah yang sama tidak otomatis melahirkan kesamaan identitas. Kedekatan geografis juga tidak selalu membuat masyarakat merasa memiliki nasib politik yang sama. Indonesia membutuhkan kesediaan untuk membangun identitas bersama.

Pemuda mendahului kelahiran negara

Pada 27–28 Oktober 1928, Indonesia belum menjadi negara merdeka. Para pemuda dari berbagai organisasi dan latar belakang daerah berkumpul dalam Kongres Pemuda II untuk merumuskan gagasan tentang tanah air, bangsa, dan bahasa persatuan.

Menurut catatan Museum Sumpah Pemuda, kongres tersebut menghasilkan keputusan yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Menurut penulis, yang penting bukan hanya isi ikrarnya, tetapi juga keberanian politik di baliknya.

Para pemuda itu tidak menunggu sampai semua masyarakat memiliki kebudayaan yang sama dan tidak mensyaratkan penduduk meninggalkan identitas lokal. Mereka menetapkan Indonesia sebagai identitas bersama di tengah perbedaan yang sudah ada.

Dengan kata lain, Indonesia bukan semata-mata kenyataan geografis, melainkan cita-cita politik yang diperjuangkan. Sumpah Pemuda menjadi salah satu tonggak penting dalam proses mengubah masyarakat yang beragam menjadi komunitas kebangsaan.

Tulisan ini merupakan kiriman pembaca. Isi dan pendapat di dalamnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak selalu mencerminkan sikap redaksi OPSHID Media.

Penulis:

Editor: Sa’adatush S.