ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo
· 2 menit baca · Diperbarui
GRESIK – Gresik memiliki banyak Waliyulloh yang berperan dalam perkembangan dakwah Islam di Indonesia. Jejak dakwah Walisongo juga memiliki hubungan dengan sejarah berdirinya dua organisasi Islam besar, yakni Nahdlotul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Hal ini disampaikan Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi dalam Kunjungan Tiga Ibadah pada 28 Oktober 2026.
Dalam agenda Kunjungan Tiga Ibadah, yakni Shillaturachmi, Santun, dan Shodaqoh, Syekh Mukhtar mengunjungi sebidang tanah yang telah dibeli untuk pembangunan Jaami’atul Mudzakkirin (JM) Shiddiqiyyah di Jalan Daendels, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. Pendirian JM di wilayah ini menjadi bagian dari keinginan beliau untuk membangun 2.000 Jaami’atul Mudzakkirin di berbagai daerah.
Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah, Jaami’atul Mudzakkirin memiliki kedudukan khusus. Gedung ini berfungsi sebagai tempat bai’at sekaligus sarana untuk mempelajari ilmu thoriqoh. Sementara itu, secara bahasa, Jaami’atul Mudzakkirin berarti tempat berkumpulnya orang-orang yang berdzikir.
Dalam mauidhoh chasanah, Syekh Mukhtar menjelaskan keistimewaan Gresik yang memiliki banyak Waliyulloh dan menyimpan jejak perkembangan Islam. Beliau kemudian menguraikan sejarah Jalur Sutera, rute perdagangan kuno yang membentang dari Xi’an, Tiongkok, hingga Turki. Menurut penjelasan beliau, rute tersebut melintasi sejumlah kota di Indonesia, yaitu Gresik, Tuban, Semarang, Cirebon, dan Demak.
Selain menyimpan jejak Jalur Sutera, Gresik juga menjadi tempat dakwah sejumlah Waliyulloh, di antaranya Raden Santri Pandito Ali Murtadlo, Maulana Malik Ibrahim, dan Sunan Giri yang dikenal dengan nama Raden Paku atau Muhammad Ainul Yaqin.
Selain itu, Sunan Kalijogo juga pernah melakukan mujahadah di wilayah Gresik. Menurut kisah setempat, beliau bermujahadah di Gua Surowiti, Kecamatan Panceng. Lokasi gua tersebut tidak jauh dari tempat rencana pembangunan JM Shiddiqiyyah.
Jejak dakwah para Waliyulloh di Gresik berlanjut melalui generasi berikutnya. Dalam penjelasannya, Syekh Mukhtar menyebut KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), sebagai keturunan Sunan Giri. Dan KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, masih keturunan dari Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik.
"Jadi, organisasi NU dan organisasi Islam Muhammadiyyah tidak bisa dilepaskan dari Walisongo," ungkap Syekh Mukhtar.
Menutup mauidhoh chasanah, dan dengan rencana dibangunnya Jaami'atul Mudzakkirin di Gresik ini, beliau mengajak serta murid Shiddiqiyyah yang hadir untuk syukur kepada Alloh dan mengharap Ridlonya. "Lha alchamdulillah saya bisa beli tanah di kecamatan Panceng yang akan dibangun Jaami’atul Mudzakkirin Shiddiqiyyah di Gresik. Mudah-mudahan Alloh Ta’ala meridloi kita semuanya." (OPSHID Media)
- Hak Suara Atau Hak Bicara? Meninjau Ulang Sistem Demokrasi di Negara Kita
- 17 Unit Rumah Gratis OPSHID Telah Diserahkan Kepada Penerima
- Arab, Korea, Yugoslavia: Kesamaan Tak Menjamin Persatuan
- Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo
- RSTMC Pantau Kesehatan Relawan Pembangunan 5 Rumah Syukur di Jombang
- Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia
- Kongres Sumpah Pemuda: Kunci Kebangkitan Nasional
- Berkah Rumah Syukur OPSHID: Dari Gubuk Reot Menuju Kemandirian Hidup Mbah Saminem dan Mbah Suparmin
- Benteng Negara, Peran Santri di Peristiwa 22 Oktober 1945
- Bukan Renovasi, OPSHID Bangun 2 Rumah Gratis Dalam 16 Hari