ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Kuli Batu di Pasuruan Tak Menyangka Dapat Rumah Gratis dari OPSHID
23 September 2026 17:00
PASURUAN - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (OPSHID FKYME) Pasuruan, secara resmi memulai pembangunan satu unit Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah (RSLHS) di Dusun Payaman, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu syukur yang dilaksanakan pada Senin (21/9/2026) lalu.
Pembangunan rumah gratis ini diperuntukkan bagi keluarga Nurul Ahmad (41), seorang buruh bangunan kuli batu yang ekonominya sedang diuji.
Pembangunan RSLHS ini merupakan bagian dari aksi sosial OPSHID yang dilaksanakan setiap tahun. Berdasarkan data sementara tahun ini tercatat sebanyak 58 unit rumah di 49 titik di seluruh Indonesia. Pemilihan penerima rumah syukur didasarkan pada verifikasi faktual terhadap kondisi ekonomi dan kelayakan hunian.
Ketua Panitia Pembangunan Rumah Syukur Pasuruan, Naf’an, menjelaskan bahwa Nurul Ahmad dipilih setelah melalui proses survei yang mendalam. Keluarga Nurul Ahmad, yang terdiri dari istrinya; Nurul Ilmiah (37) dan dua orang anaknya; Muhammad Prabu Setia Ainurahmanunggal (15) dan Muhammad Satria Dwi Firmansyah (10) yang saat ini masih bersekolah di tingkat SMP dan SD, dinilai sangat layak menerima bantuan mengingat kondisi hunian mereka yang sangat memprihatinkan.
"Kami menerima data dari DHIBRA dan melakukan survei langsung. Kondisi rumah aslinya memang tidak layak sama sekali. Dindingnya masih menggunakan gedek (anyaman bambu) dan atap bambu yang rapuh, sementara sebagian dinding lainnya hanya berupa seng yang sudah berkarat," ujar Naf'an.
Untuk menghidupi keluarganya, sehari-hari Nurul Ahmad bekerja serabutan sebagai kuli batu dengan pendapatan yang sangat minim, sedangkan sang istri sejak lama menjadi Ibu rumah tangga dan baru beberapa bulan ini diterima bekerja di MBG. Pendapatan terbatas hanya cukup untuk makan dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sehingga tidak mampu untuk membenahi rumahnya.
Nurul Ahmad mengisahkan momen saat anggota OPSHID mendatangi rumahnya untuk menyampaikan kabar bahagia.
"Perasaan saya waktu itu campur aduk, saking senangnya saya sama istri saya sampai menangis bahagia. Saya sedang bekerja sebagai kuli batu di tetangga, lalu tiba-tiba dipanggil pulang dan ditanya apakah berkenan jika dibangunkan rumah. Saya benar-benar tidak menyangka bisa diberi rumah gratis tanpa membayar sepeser pun," ungkap Nurul Ahmad dengan nada haru.
Pembangunan rumah dengan spesifikasi luas sekitar 5x7 meter ini ditargetkan selesai dalam waktu 25 hingga 27 hari ke depan.
Seremonial peletakan batu pertama juga dihadiri oleh Kepala Desa Ngerong, Sadiman, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif OPSHID. Sadiman menyatakan kekagumannya terhadap kepedulian organisasi sosial yang secara mandiri mampu membangunkan hunian layak bagi warga yang membutuhkan di wilayahnya.
Saat ini, OPSHID bersama warga Shiddiqiyyah yang juga dibantu oleh masyarakat setempat terus bergotong-royong agar pembangunan rumah tersebut dapat selesai tepat waktu. (OPSHID Media)
- Kuli Batu di Pasuruan Tak Menyangka Dapat Rumah Gratis dari OPSHID
- Realisasikan Ajaran Al Qur-an, Santri MQ Wujudkan Syukur Menjadi Aksi Bangun Rumah
- Setetes Bakti untuk Bangsa dan Negara: Rumah Baru dari Pemuda Shiddiqiyyah Sidoarjo
- Sambut Sumpah Pemuda ke-98, OPSHID Gotong Royong Bangun Rumah Syukur!
- Serah Terima Rumah Syukur Kemerdekaan Unit ke-136, OPSHID Bangun Dengan Desain Berbeda
- Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”