Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Syukuri Tahun Baru 1447 Hijriyyah, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Ungkap Keistimewaan Kota Bengkulu

14 Juli 2025 16:14

Syukuri Tahun Baru 1447 Hijriyyah, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Ungkap Keistimewaan Kota Bengkulu

Bengkulu - Organisasi Jam’iyyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah (JKPHS) menggelar agenda rutin yakni shillaturrochmi Tasyakkuran Tahun Baru Hijriyyah (TTBH) 1447 H secara nasional dengan tema: Di Bumi Merah Putih, Kembali Ke Jati Diri Bangsa Merajut Nusantara, pada Ahad (17/01/47 H atau 13/07/25 M) di Gedung Balai Buntar, Bengkulu. 

JKPHS adalah salah satu organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah yang dikhususkan sebagai wadah berorganisasi bagi kaum wanita. Organisasi ini didirikan oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi.

Untitled design - 2-2.jpeg (241 KB)

Pujiarti selaku ketua umum JKPHS Pusat dalam sambutannya menyampaikan bahwa ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah khususnya bagi para ibu-ibu, telah disediakan wadah berorganisasi yaitu Jam'iyyah Kautsaran Putri Haajarullah Shiddiqiyyah, yang menjadi ruang untuk berdoa, belajar, dan mengabdi.

Menurut Pujiarti tak hanya do'a yang dipanjatkan para ibu sebagai media spiritual perjuangan di Shiddiqiyyah melainkan juga diajarkan untuk menjalankan nilai-nilai sosial seperti:

• Program Rumah Layak Huni

• Program BTQ (Baca Tulis Qur’an)

• Kegiatan bidang konsumsi dalam berbagai acara.

Selain itu, antusias warga Thoriqoh Shiddiqiyyah untuk mengikuti acara TTBH 1447 tampak dari banyaknya warga yang hadir dari berbagai daerah memenuhi Gedung Balai Buntar. 

Pun Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtaba Mukti beserta Ibu Nyai Shofwatul Ummah juga menghadiri langsung acara TTBH 1447 H ini. 

Juga jajaran Kholifatush Shiddiqiyyah, Wali Talqin Shiddiqiyyah se-Indonesia, serta tamu undangan dari unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu. Hadir pula PJ. Sekda Bengkulu Dr. H. Herwan Antoni, SKM., M.Kes., M.Si., mewakili Gubernur Bengkulu.

Dalam sambutan Gubernur Bengkulu yang diwakili oleh PJ. Sekda Provinsi Bengkulu, Dr. H. Herwan Antoni, SKM, M.Kes, M.Si., menyampaikan apresiasi dan dukungan atas kontribusi JKPHS dan Thoriqoh Shiddiqiyyah dalam membina umat, khususnya generasi muda muslimah.

“Semangat hijrah hendaknya tidak hanya dipahami sebagai berpindah tempat, tapi juga sebagai perubahan spiritual dan moral menuju kebaikan. Saya mengajak semua pihak untuk menjadikan spirit hijrah sebagai pijakan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Untitled design - 1-4.jpeg (201 KB) 

Pada kesempatan yang sama, Saruna Wati selaku ketua panitia TTBH 1447 H menyampaikan rasa terima kasih kepada Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah beserta Ibu Nyai Shofwatul Ummah atas kehadirannya.

"Kami ucapkan Terima kasih atas kehadiran Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi beserta Ibu Nyai Shofwatul Ummah dan semua undangan, mudah-mudahan langkah mulia panjenengan ini dicatat sebagai amal sholih", ungkapnya.

Untitled design - 3-2.jpeg (210 KB)

Puncak dari sambutan disampaikan oleh Ibu Nyai Shofwatul Ummah, selaku Dewan Penasihat dan Pertimbangan JKPHS. Beliau menekankan pentingnya rasa syukur sebagai inti dari keimanan dan kunci keberkahan hidup.

“Apapun kondisi kita, sakit maupun sehat, lapang maupun sempit, kita harus tetap bersyukur. Karena dengan syukur, nikmat akan ditambah,” tutur Ibu Nyai Shofwatul Ummah.

Beliau juga mengingatkan pentingnya mensyukuri nikmat kemerdekaan Bangsa Indonesia dengan pembangunan Rumah Syukur Layak Huni—wujud dari rasa syukur kepada Alloh, rasa kasih kepada sesama manusia, dan rasa terima kasih kepada para pejuang bangsa.

Desain tanpa judul.zip - 1-2.jpeg (282 KB)
Dalam acara yang sama, Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi dalam mau'idhotul chasanahnya 
menjelaskan mengenai ikon kota Bengkulu yaitu Bundaran Fatmawati.

“Saya takjub akan ikon tanah Bengkulu ini, yang saya anggap ikonnya yaitu Bundaran Fatmawati njait (menjahit - red) sang saka merah putih”, pitutur luhur beliau. 

Beliau juga menerangkan bahwa siapa saja yang ingin mempelajari prasejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia hingga masa kini, cukup meneliti Bengkulu.

"Bengkulu ini ‘cekak cukup’ bagi siapa pun yang memiliki mata yakin dan mata hati. Bagi yang sungguh-sungguh ingin mempelajari prasejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia hingga masa kini, cukup meneliti Bengkulu saja",

"Meski tidak menjelajahi seluruh tanah air, mempelajari suku-suku dan sejarah di Bengkulu sudah mewakili semuanya. Satu ikon saja bisa mewakili gambaran global sejarah Indonesia", terang Sang Mursyid.

Untitled design-5.jpeg (1011 KB)

Acara juga diwarnai dengan berbagai tarian khas Bengkulu, serta tradisi undian untuk menentukan lokasi TTBH berikutnya. Melalui proses yang disaksikan langsung oleh hadirin, wilayah Kabupaten Purwodadi, Pati, Demak, Blora, dan Rembang terpilih sebagai tuan rumah Tasyakkuran Tahun Baru Hijriyyah 1448 H mendatang. 

Tak lupa, pada acara ini juga berlangsung kegiatan yang menjadi ciri khas Thoriqoh Shiddiqiyyah, yakni shodaqoh spontanitas yang terkumpul sekitar Rp105.000.000 (Seratus Lima Juta Rupiah). 

Desain tanpa judul.zip - 3-1.jpeg (445 KB)

Sebagai penutup acara, panitia memberikan cinderamata istimewa kepada Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah berupa lukisan Ibu Fatmawati dan lukisan bunga rafflesia Arnoldi, yang disebut Sang Mursyid mursyid sebagai bunga tanda-tanda lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. (OPSHID MEDIA)

Penulis: Maharani Dika Putri

Editor: Nuraida