ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Kiriman PembacaDari Zona 1 untuk Khususul Khusus: Ketika Satu Excavator Membawa Pesan Besar
· 7 menit baca
FALSAFAH ILMU KATON
Sang Maulana menerima persembahan itu bukan sebagai barang, melainkan sebagai bukti. Bukti bahwa apa yang selama ini didawuhkan tentang kemandirian bukan sekadar wacana, melainkan sesuatu yang bisa diwujudkan oleh siapa saja yang mau bergerak — termasuk oleh Zona 1 yang selama ini bekerja dalam senyap.
"Alat ini bukan cuma buat kerja. Ini bagian dari cara kita berdiri sendiri, tidak nunut, tidak nyewa terus kepada orang lain."
— Sang Maulana
Dalam penjelasannya, Sang Maulana menegaskan bahwa kepemilikan alat berat sendiri adalah bagian dari falsafah ilmu katon — bahwa sebelum jiwa bisa ditata, wadahnya harus disiapkan lebih dulu. Membangun fisik, dalam pandangan ini, bukan sekadar mendirikan bangunan, melainkan sarana untuk mendidik dan menata jiwa umat yang mengerjakannya. Ilmu bangunan, kata beliau, selalu menyimpan pelajaran tasawuf tentang bagaimana manusia membangun dirinya sendiri.
Sang Maulana kemudian menyambungkan satu unit excavator itu dengan gambaran yang lebih luas: bahwa proyek khususul khusus — lima pembangunan besar yang tengah berjalan serentak, yakni:
Modal babok, istilah yang beliau pakai, adalah cara pandang OPSHID dalam urusan permodalan: bukan bermain bank, bukan bergantung pada bunga dan utang riba, melainkan mengoptimalkan kekuatan bersama jiwa-jiwa OPSHID sebagai penopang mendasar bagi setiap proyek yang dijalankan.
Bagi yang belum familiar, Zona 1 adalah salah satu unit penggerak OPSHID yang membawahi DPD OPSHID di wilayah Jawa Timur dan Bali, sementara khususul khusus adalah sebutan untuk lima proyek pembangunan khususul khusus, program dari Sang Guru kepada Sang Pimpinan OPSHID sekaligus Pimpinan Wali Talqin, yang harus dikerjakan serentak. Keduanya berjalan beriringan — satu bergerak di tingkat daerah, satu lagi menjadi arah besar seluruh organisasi.
- Rumah Gratis Mezzanine untuk Ghoni, Guru BTQ Mengabdi Belasan Tahun
- Syekh Mukhtar Mu’thi: Hati dan Amal, 2 Hal Utama Penilaian Alloh
- Minim Biaya, OPSHID Madura Tetap Bangun Rumah Gratis
- Jelang Hari Pahlawan, PCTA Indonesia Bangun Rumah Gratis Untuk Janda di Tuban
- Rumah Gratis untuk Sriyatun, Janda di Pati
- Rumah Syukur OPSHID Dari Masa Ke Masa: 507 Rumah Gratis, 39 Miliar Rupiah
- Penerima Rumah Gratis OPSHID Tahun 2012 Berhasil Kuliahkan Anaknya
- Dari Toko Material ke Warung, Menelusuri Jejak Ekonomi di Balik Satu Rumah Syukur
- Di Antara Sekolah, Masjid, dan Rumah Syukur, Ada Pelajaran Tentang Kehidupan
- Tinggal di Kios Jahit, Kini Buchori Dapat Rumah Gratis