ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Kiriman PembacaDari Zona 1 untuk Khususul Khusus: Ketika Satu Excavator Membawa Pesan Besar
· 7 menit baca
MENGENAL BSE LEBIH DEKAT
Penjelasan Sang Maulana tidak berhenti di satu unit excavator. Dari situ, beliau menjelaskan lebih jauh mengapa OPSHID merasa perlu memiliki badan sosial ekonominya sendiri.
BSE lahir dari keinginan untuk keluar dari ketergantungan terhadap sistem ekonomi luar yang selama ini menjerat banyak komunitas — termasuk sistem yang berbasis riba, yang dalam pandangan Sang Maulana justru menjauhkan umat dari kemandirian yang sesungguhnya. BSE berdiri di atas tiga pilar utama: membangun ketahanan ekonomi bersama, mencari keberkahan dalam setiap prosesnya, dan mencapai kemandirian total sebagai satu komunitas.
Cara kerjanya pun dirancang sederhana namun penuh makna. Melalui Program Urunan Barokah Lestari, dana yang terkumpul dari jiwa-jiwa OPSHID dikelola dengan prinsip transparansi 80-10-10 — delapan puluh persen kembali kepada anggota secara bergiliran, sepuluh persen menjadi dana ketahanan, dan sepuluh persen sisanya dialokasikan sebagai sedekah perjuangan pelestarian ajaran Shiddiqiyyah. Pembagiannya pun tidak mengikuti kalender biasa, melainkan siklus weton yang diawali dengan doa bersama, sebagai pengingat bahwa seluruh proses ini dijalankan demi meraih barokah, bukan sekadar keuntungan.
Tujuan jangka panjangnya lebih besar lagi: BSE dirancang menjadi modal dasar bagi setiap DPD, bahkan hingga DPC, untuk bertransformasi menjadi entitas mandiri — mampu mengembangkan usahanya sendiri, hingga suatu saat menjadi perusahaan developer yang membangun perumahan rumah syukur, dan berbagai fasilitas lain yang menopang kehidupan umat.
Dan excavator yang baru saja dipersembahkan oleh OPSHID Zona 1 adalah salah satu wujud paling nyata dari arah besar itu. Bukan sekadar alat untuk menggali tanah, melainkan bukti kecil bahwa gagasan besar tentang kemandirian ekonomi umat sedang benar-benar berjalan — dimulai dari satu zona, satu unit, satu langkah pada satu waktu.
- Rumah Gratis Mezzanine untuk Ghoni, Guru BTQ Mengabdi Belasan Tahun
- Syekh Mukhtar Mu’thi: Hati dan Amal, 2 Hal Utama Penilaian Alloh
- Minim Biaya, OPSHID Madura Tetap Bangun Rumah Gratis
- Jelang Hari Pahlawan, PCTA Indonesia Bangun Rumah Gratis Untuk Janda di Tuban
- Rumah Gratis untuk Sriyatun, Janda di Pati
- Rumah Syukur OPSHID Dari Masa Ke Masa: 507 Rumah Gratis, 39 Miliar Rupiah
- Penerima Rumah Gratis OPSHID Tahun 2012 Berhasil Kuliahkan Anaknya
- Dari Toko Material ke Warung, Menelusuri Jejak Ekonomi di Balik Satu Rumah Syukur
- Di Antara Sekolah, Masjid, dan Rumah Syukur, Ada Pelajaran Tentang Kehidupan
- Tinggal di Kios Jahit, Kini Buchori Dapat Rumah Gratis