ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Dari Zona 1 untuk Khususul Khusus: Ketika Satu Excavator Membawa Pesan Besar
08 Juli 2026 12:30
DARI SATU ZONA KE SELURUH JARINGAN
Apa yang diperjuangkan Zona 1 bukanlah kasus yang berdiri sendiri. Ia adalah satu simpul dari arah besar yang sama: bahwa setiap DPD, bahkan hingga DPC, didorong untuk memiliki minimal satu aset alat berat sendiri. Karena ketika memiliki alat sendiri pasti memotong biaya sewa, menurunkan biaya material, dan mempercepat durasi pembangunan — modal dasar bagi setiap wilayah untuk kelak berdiri sebagai unit yang mandiri.
Dan Zona 1 tidak berjuang sendirian. Zona 2, Zona 3 dan Zona 4, serta KMPST Jombang dan KMPST Gunungkidul pun telah bergerak dengan semangat yang sama — sebagaimana pernah disampaikan dalam artikel Work from Future (Baca di sini - Work From Future: Jawaban OPSHID Atas Job From Future) — semua membuktikan lewat langkahnya masing-masing bahwa kemandirian bukan sekadar slogan. Ikhwan pun turut bergerak: hanya berselang satu hari setelah excavator Zona 1 mendarat di Losplos Jomja Iroja, satu unit excavator dari Ikhwan juga tiba di tempat yang sama — dua persembahan excavator, dari dua lembaga, yang mengarah pada satu jalan perjuangan.
Inilah yang dimaksud sebagai jaringan tim kesatuan juang: sebuah kekuatan yang tidak bertumpu pada satu orang atau satu zona, melainkan pada ribuan tangan dari berbagai wilayah yang bergerak ke arah yang sama — saling menopang, saling melengkapi, diikat oleh persaudaraan dan ajaran Thoriqoh yang sama.
KEMANDIRIAN SEBAGAI BENTUK PERJUANGAN
Bagi OPSHID, kemandirian ekonomi dan penguasaan teknologi bukan sekadar target organisasi. Ia adalah wujud nyata dari perjuangan melawan kebodohan dan ketergantungan — sebab umat yang bodoh secara ilmu dan lemah secara ekonomi akan selalu mudah terjajah, betapapun merdeka secara politik.
Semangat ini menggemakan kembali jejak para Wali Songo, yang di masanya bukan hanya menguasai ilmu dan spiritualitas, tetapi juga menguasai simpul-simpul ekonomi penting di sepanjang jalur utara jawa — menjadikan kekuatan ekonomi sebagai salah satu instrumen menegakkan kedaulatan bangsa dan agama. Dalam skala yang lebih kecil dan lebih sederhana, itulah yang sedang dicoba dirintis kembali oleh OPSHID hari ini: menjadi wali sosial ekonomi bagi bangsa Indonesia.
Beberapa hari setelah tiba di pesantren, excavator Komatsu PC200 sudah mulai beroperasi di lokasi proyek — mengangkut tanah, membuka jalan, menyiapkan lahan bagi bangunan yang akan berdiri di atasnya.
Aria salah satu pengurus OPSHID Zona 1 menyaksikan bagaimana alat itu digunakan. Ia tidak hanya melihat tapi juga merasakan betapa leganya, kendala yang selama ini menjadi penghalang sedikit demi sedikit menemukan jalannya. Keyakinan yang selalu diperjuangkan bersama Zona 1 kini merupakan bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar dari dirinya sendiri.
Itulah yang disebut oleh Sang Maulana sebagai Work from Future — bukan bekerja demi masa depan yang masih samar, melainkan bekerja dari kepastian yang sudah diyakini sejak awal. Satu unit excavator bekas, yang datang dengan penuh perjuangan, bukan soal alatnya. Tapi soal bukti kecil dari keyakinan besar itu: bahwa hasil akhirnya, di dunia maupun di akhirat, sudah pasti — dan yang tersisa untuk dilakukan hari ini hanyalah mengerjakannya dengan sungguh-sungguh.
OPSHID Front Ketuhanan Yang Maha Esa
Kami Ada karena Alloh Ta'ala. Untuk Indonesia Raya.
Penulis: Rizki Hikmawan dari Surabaya
----------
Resonansi Pembaca adalah rubrik tulisan pembaca OPSHID Media. Apabila anda tertarik untuk mendaftarkan tulisan anda untuk mendapat peluang diterbitkan di OPSHID Media, berikut tata caranya:
1) Kirimkan file tulisan anda dalam bentuk lampiran file doc.
2) Sertakan data diri anda berupa: nama, alamat, dan no. hp.
3) Foto/gambar referensi dari tulisan, bila ada.
Kirim ke alamat email berikut: opshidmedia@gmail.com atau saadatush@opshid.net
- Dari Zona 1 untuk Khususul Khusus: Ketika Satu Excavator Membawa Pesan Besar
- Bantuan Rumah Gratis di Tanggamus, Wujud Syukur Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Shiddiqiyyah Bangunkan Rumah Untuk Orang Tua Tunggal di Pati
- Optimisme Atau Nasionalisme Buta? Mengkaji Ulang Makna Cinta Tanah Air
- Tantangan Ekonomi Tak Jadi Penghalang Warga Shiddiqiyyah Bangun Rumah Syukur di Lampung Tengah
- Sambut Kemerdekaan Indonesia, 2 Unit Rumah Syukur Dibangun di Semarang
- Mursyid Shiddiqiyyah Indonesia Pimpin Taubat Bersama Ala Tashawwuf
- Work From Future: Jawaban OPSHID Atas Job From Future
- Shiddiqiyyah Bangun Ratusan Rumah Gratis Menjelang Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Sambut Tahun Baru 1448 Hijriyyah, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Makna Organisasi Wali Songo