ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Sambut Kemerdekaan Indonesia, 2 Unit Rumah Syukur Dibangun di Semarang
28 Juni 2026 07:00
Semarang - Organisasi Dhilaal Berkat Rochmat Alloh Shiddiqiyyah (DHIBRA) Semarang mulai membangun dua unit Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS) untuk keluarga yang membutuhkan di Kabupaten dan Kota Semarang pada Senin (22/6/2026).
Program ini merupakan bagian dari aksi Santunan Nasional pembangunan 126 unit rumah di seluruh Indonesia dalam rangka mensyukuri nikmat kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke-81.
Dua titik pembangunan tersebut berlokasi di Desa Losari, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang untuk keluarga Syarif Hidayatulloh (44), serta di Kelurahan Bulu Lor, Kecamatan Semarang Utara untuk kediaman Ibu Badriyyah (71). Peletakan batu pertama dilakukan secara serentak bersama 88 titik lainnya di berbagai wilayah di Indonesia.
Di Semarang Utara, prosesi peletakan batu syukur dihadiri oleh Camat Semarang Utara, Siwi Wahyuningsih, perwakilan Bagian Kesra Pemerintah Kota Semarang, Dr. Eli Asmara, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) setempat. Sementara itu, seremoni di Sumowono dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Sumowono, kepolisian sektor, kepala desa, serta tokoh masyarakat.
Di lain tempat, calon penerima rumah syukur di Sumowono, Syarif Hidayatulloh, diketahui tinggal bersama istri dan seorang anak laki-laki yang masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar. Rumah yang dibangun untuk Syarif dan keluarga direncanakan memiliki spesifikasi tipe permanen dengan luas 49 meter persegi (7x7 meter). Konstruksi bangunan dirancang mencakup satu ruang tamu, dua kamar tidur, dapur, serta satu kamar mandi.
Proyek sosial yang dikelola secara mandiri oleh warga Shiddiqiyyah ini ditargetkan rampung sepenuhnya sebelum puncak acara Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus mendatang. Hal ini bertujuan agar keluarga penerima dapat segera menempati hunian yang lebih sehat dan layak tepat di hari tasyakuran kemerdekaan Indonesia.
"Kami menyampaikan apresiasi mendalam karena salah satu warga kami mendapatkan rumah syukur secara gratis dari warga Shiddiqiyyah. Ini adalah bentuk dukungan nyata dalam menyejahterakan masyarakat di tingkat desa," ujar Syarifuddin, Kepala Desa setempat yang juga memberikan dukungan moril kepada keluarga penerima untuk meningkatkan semangat hidup ke depannya.
Secara nasional, pembangunan RSKILHS tahun ini mencapai 126 unit yang tersebar di berbagai provinsi. Program ini merupakan upaya kolektif warga Shiddiqiyyah untuk membantu pemerintah dalam memajukan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang belum merasakan merdeka hunian di tanah yang sudah merdeka. (OPSHID Media)
- Mengejar Bola, Menemukan Diri: Membaca Tashawuf dari Lapangan Hijau
- Ditinggal Suami, Suwarsi Banting Tulang Hidupi Ketiga Anaknya
- Sehat Tentrem Mahal Tapi Laku!
- Berkali-kali Didata, Tak Kunjung Nyata, Ahmad Kini Miliki Rumah Gratis dari Shiddiqiyyah
- Yatim Piatu di Bogor Menanti Masa Depan di Rumah yang Hampir Roboh
- Chrinsesia: Ditinggal Wafat Sang Suami, Rumah Syukur Pertama Menjejak di Tanah Papua
- Surat Terbuka Yang Tidak Dibuka: Catatan Tentang Paket Rahasia Sehat Tentrem
- Suliyastiningsih: Rumah Syukur yang Mengubah Air Mata Menjadi Senyuman di Kaki Gunung Arjuno
- Perjalanan Spiritual Dalam Mencari Makna Di Balik Kretek Sehat Tentrem
- Martono: Buruh Sampah Yang Dapat Rumah Gratis