Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Mursyid Shiddiqiyyah Indonesia Pimpin Taubat Bersama Ala Tashawwuf

26 Juni 2026 15:00

Mursyid Shiddiqiyyah Indonesia Pimpin Taubat Bersama Ala Tashawwuf

JOMBANG — Ribuan jama’ah mengikuti Taubat Bersama di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Jombang, Jawa Timur, pada Kamis (25/6/2026) malam.

Agenda tahunan yang bertepatan dengan malam 10 Mucharrom 1448 H ini dibimbing langsung oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi.

Pada tahun ini, Syekh Mukhtar memberikan penegasan khusus mengenai tata cara taubat menurut tashawwuf, yang memiliki karakteristik tersendiri dan berbeda dengan taubat secara syar’i.

Secara bahasa, taubat asal katanya dari bahasa Arab yang memiliki arti “kembali”, yakni kembali ke asal kejadian manusia. Di sini diyakini bahwa semua manusia asalnya lahir dalam keadaan suci dari dosa. Namun, seiring waktu, manusia mulai terkena godaan hawa nafsu yang menjadikannya berkhianat setelah diberi banyak nikmat oleh Alloh Ta’ala.

Penyimpangan yang didasari hawa nafsu tidak sesuai dengan fitrah manusia. Oleh karena itu, diperlukan taubat agar manusia bisa kembali kepada asal dirinya yang suci dari dosa. Sebagaimana firman Alloh Ta’ala dalam Al Qur-an surat Al Baqoroh ayat 222 yang artinya: “Sesungguhnya Alloh itu menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang yang mensucikan diri.”

20260626_110505_0000.webp (184 KB)
Jama'ah Taubat Bersama di Pesantren Majma'al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah

Di momen tersebut, Syekh Mukhtar berpesan jika benar-benar ingin taubat hendaknya dengan laa taqnatu min rochmatillah (jangan putus asa dari rochmat Alloh), sebab rochmat Alloh itu lebih besar daripada alam seisinya. “Semuanya jagad, bumi, langit, surga, neraka, qursi Arsy, dibandingkan rochmat Alloh lebur semuanya. Dadi (jadi) saya pesan kalau kita temen-temen (benar-benar) taubat, jangan lupa laa taqnatu min rochmatillah,” jelas Syekh Mukhtar.

Dengan mengharap rochmat Alloh, hal ini sama seperti bangsa Indonesia yang mengharap-harap kemerdekaan kemudian dilanjutkan dengan ikhtiar. Nilai tersebut tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945: Atas Berkat Rochmat Alloh yang Maha Kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

“Jadi, kemerdekaan Indonesia ini tidak lepas dari mengharap-harap rochmat Alloh; mengharap-harap dalam hati, mengharap-harap dalam ucapan, dan mengharap-harap dalam perbuatan,” terang Syekh Mukhtar.

Sebagai salah satu ikhtiar dalam mengharap rochmat Alloh, para jama’ah juga mewujudkannya melalui shodaqoh. Dana yang terkumpul spontan saat itu mencapai lebih dari Rp120.000.000,-, yang diperuntukkan bagi penunjang Tasyakkuran Tahun Baru Hijriyyah di Purwodadi, Pesantren Chayya ‘Ala Sholah di Pelabuhan Ratu, Masjid Raya Fatchan Mubiina Chaddun 'Adhiim di Jombang, serta kegiatan operasional pesantren.

Acara pun diakhiri dengan do’a bersama, dengan harapan semoga taubat kita semua diterima oleh Alloh Ta’ala. (OPSHID Media)

Penulis:

Editor: Nuraida