ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Pelajaran Hikmah Di Malam Penuh Barokah
09 April 2024 09:19

Jombang - Pada 27 Syahru Romadlon 1445H / 7 April 2024M lalu, Pesantren Majma’al Bahroin Hubbul Wathon Minal Iman Shidddiqiyyah yang terletak di Jombang kembali menarik banyak Jama’ah. Ribuan orang berkumpul memadati area pesantren dengan harapan mendapat keutamaanya Lailatul Qodar.
Banyak diyakini Lailatul Qodar jatuh pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, meskipun tanggal pastinya tidak diketahui. Namun di Shiddiqiyyah, atas petunjuk dari Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Bapak kyai Moch. Mukhtar Mu’thi, meyakini Lailatul Qodar jatuh pada tanggal 27 Bulan Romadlon.
Lailatul Qodar sendiri memiliki makna “Malam yang lebih baik dari 1000 bulan”. Nilai keutamaan inilah yang diharap-harap umat muslim tiap datangnya bulan Romadlon.
Dalam acara Tasakuran Lailatul Qodar 1445H, shodaqoh spontanitas dari para jama’ah yang hadir mencapai Rp124.000.000. yang keperuntukannya untuk :
- Acara Tasyakuran Tahun Baru Hijriyyah yang akan datang.
- Bustan Tsamrotul Qolbi Salim di Madura.
- Jaami’atul Mudzakkirin di Madura.
- Bustan Tsamrotul Qolbi Cimahi, Jawa Barat.
- Acara di pesantren yang akan datang.
Masih dalam malam yang sama, Pengurus Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah pusat- Bpk Al Chalaj Muchyiddin menyampaikan bahwa mulai kalender tahun depan, tiap-tiap organisasi di Thoriqoh Shiddiqiyyah akan mentasyakuri hari berdirinya. “Mewakili FOSBOSH Pusat seluruh Organisasi Kami menyampaikan bahwa dalam rapat FOSBOSH dalam waktu silam, disepakati bahwa setiap tanggal, hari berdirinya tiap-tiap Organisasi itu akan disyukuri bersama baik ditingkat pusat maupun daerah menurut Kalender Hijriyyah. Sehingga nanti di Kalender AHJAZDABUUJ 1446 Hijriyyah (Tahun depan), bahwa hari berdirinya Organisasi menurut penanggalan Hijriyyah akan ditandai tersendiri agar menjadi pengingat bagi kita semua untuk bisa mentasyakkuri bersama-sama”. Jelas beliau.
Selain itu beliau juga menyampaikan hal-hal terkait zakat fitrah. Untuk zakat fitrah dari warga Thoriqoh Shiddiqiyyah akan dikordinir melalui Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah. Dan zakat fitrah ini akan disampaikan hanya kepada fakir miskin, sesuai dengan petunjuk Bapak kyai Moch. Mukhtar Mu’thi.
“Pelaksanaan zakat fitrah menurut umum itu untuk 8 asnab, tetapi Bapak Kyai Muchtar Mu’thi telah memberikan petunjuk kepada kita semua, bahwa zakat fitrah itu khusus di salurkan hanya kepada fakir miskin saja”. Terang Bapak Muchyiddin.
Dasar yang seringkali dipakai dari hadits nabi, bukan surat At Taubat ayat 60 yang dijadikan dalil untuk zakat fitrah.
Disini bisa kita pahami bahwa ada perbedaan pendapat dari Shiddiqiyyah dan umat muslim kebanyakan. Dengan kebijaksanaan Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, pada Tasyakuran Lailatul Qodar 1445H beliau menyampaikan mengenai utamanya hikmah bagi tiap muslim.
“Sumber kata hikmah itu dari Al Qur-aan dan hadist kalau diterjemahkan dengan bahasa Indonesia tidak ada bahasa yang cocok untuk menerjemahkan arti Al Hikmah saking luasnya hikmah.
Untuk sementara, sementara saja. Umumnya hikmah itu di terjemahkan oleh bahasa Indonesia Bijaksana”.
Beliau juga menyampaikan orang yang bijaksanan, adalah orang yang menghormati perbedaan. (OPSHID MEDIA)
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon