Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Resmikan Kantor THGB, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Sampaikan Tampaknya Lu'lu'u Wal Marjan

28 September 2024 12:47

Resmikan Kantor THGB, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Sampaikan Tampaknya Lu'lu'u Wal Marjan

Melalui gerakan syukur, kenang-kenangan pun terwujud. Alumnus Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat, yakni murid-murid Maqooshidul Qur-aan berhasil bangun manfaat bagi pesantrennya.

JOMBANG – Fakta bicara, murid-murid Madrasah Linailil Maqooshidil Qur-aanil Mubiin (MQ) 10-11, telah menyelesaikan proses pembangunan kantor Tarbiyyah Hifdhul Ghulam wal Banat (THGB). Pembangunan ini sebagai kenang-kenangan yang membawa murid-murid MQ sampai pada jenjang saat ini.

“Dulu awal kami ke THGB , kami tidak tahu apa-apa, dan belum tahu yang namanya ilmu bertashawwuf. Alchamdulillah dari teman-teman MQ 10-11 bisa merasakan syukur yang luar biasa, maka terwujudlah kantor THGB, semoga bangunan ini benar-benar bisa bermanfaat untuk yang ada di pesantren ini,” ucap salah satu murid MQ, Miftaush Shoim selaku Ketua Pembangunan.

Peresmian kantor THGB ini dilaksanakan Kamis (26/09/24) di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman (Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia) dan dihadiri langsung oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syeikh Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi dan Ibu Nyai Shofwatul Ummah, juga Kholifatush Shiddiqiyyah, Wali Talqin, perwakilan Ikhwan 1-8, perwakilan organisasi di lingkungan Shiddiqiyyah, serta perwakilan ustadz-ustadzah THGB.

Adapun pembangunan kantor ini menelan biaya kurang lebih sejumlah Rp250.000.000, dengan rincian dana Rp175.000.000 dari dana sisa Ibadah Safari MQ 10-11, Rp30.000.000 pemberian Ibu Nyai Shofwatul Ummah, dan shodaqoh dari berbagai pihak.

Bangunan dengan ukuran 9x9 m2 ini menghadap barat dengan desain bangunan bernuansa Uzbekistan dengan detail relife menambah keindahan bangunan.  

“Dulu awalnya ketika matur ke pak Nur Hadi (Kepala Sekolah THGB), kami menyanggupi pembangunan kantor THGB itu 2 bulan, dan ternyata selesainya sekitar 7 bulan. Dilihat dari faktor tersebut, memang bangunan itu sangat detail dan kualitas cukup kuat. Dan dari teman-teman sendiri tidak semuanya ikut membangun, ada yang membantu dengan hal lain, seperti shodaqoh materi dan material” jelasnya.

Selain peresmian Kantor THGB, berlangsung pula peresmian MQ 10-11 menjadi organisasi Ikhwan Roudlur Riyaahiin Minal Maqooshidil Qur-aanil Mubiin ke-9, yang dipimpin langsung oleh Syeikh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi. Dan dilangsungkan pula santunan terhadap 9 murid THGB berupa tunjangan pendidikan.

photo_2024-09-27_22-45-17.webp (151 KB)

Ketika ditanya kenapa Kantor THGB sebagai peninggalan dari MQ 10-11, Shoim menyampaikan bahwa dari THGB lah awal mula menerima pendidikan, “Karena dari dulu mulai ikhwan 1 hingga saat ini, kami menerima pendidikan awal dari THGB. Sebagai rasa syukur itu, salah satunya terwujudlah melalui kantor ini,” terang Shoim.

Dalam acara peresmian 2 hal ini, Syeikh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi memberikan Mauidhotul Chasanahnya, bahwa di dalam Al Qur-aan terdapat Majma’al Bachroin (dua lautan), yang mana dari lautan tersebut keluar lu’lu’u wal marjan (mutiara merah dan putih).

“Dan yang saya harapkan, keluar dari dua lautan mutiara putih dan mutiara merah, adalah dari Maqooshidul Qur-aan, itulah mutiara putih dan mutiara merah. Apa yang saya harapkan itu Alchamdulillah sekarang sudah tampak, dari dua mutiara itu sekarang sudah tampak.”

Untitled design.webp (6.48 MB)

“Fakta bicara, sekarang sudah tampak syukurnya, mensyukuri selesainya pelajaran Maqooshidul Qur-aan. Makanya saya namakan dari Maqooshidul Qur-aan itu dalam Ikhwaan Roudlur Riyaahiin, persaudaraan semerbak harum baunya, InsyaAlloh semerbak harum baunya bukan hanya di Indonesia, mungkin dari seluruh Asian, mungkin dari seluruh dunia, inilah harapan saya,” pitutur luhur Sang Mursyid.

Sebab dari itu, Shoim sekali lagi menegaskan apa yang menurutnya harus dilakukan mulai saat ini, “Adanya bangunan ini adalah sebuah kenang-kenangan, dimana kami MQ 10-11 pernah ada di sini, dan akan menyebar di Indonesia untuk menebar Cinta Tanah Air dan ajaran-ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah.” (OPSHIDMedia)

Penulis: Baqiyat Aliansyah Siregar

Editor: Nuraida