ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Bangun Kantor THGB, Wujud Syukur Para Alumninya
10 Maret 2024 18:00

JOMBANG – Pendidikan merupakan proses setahap demi setahap untuk menuju kesempurnaan 'indalloh, proses seorang manusia untuk menjadi Abdan Syakuro (Hamba yang Bersyukur) dengan penuh kesadaran menuju kebahagiaan yang haqiqi fiddun-ya wal aakhiroh. Inilah konsep pendidikan di Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat atau THGB.
Tepat pada Sabtu (09/03/2024), telah dilaksanakan prosesi peletakan batu pertama pembangunan kantor Tarbiyyah Hifdhul Ghulam wal Banat (THGB), yang mana pembangunan ini merupakan bentuk syukur dari murid-murid Maqooshidul Qur-aan (MQ) angkatan 10 dan 11 yang baru saja menyelesaikan proses pendidikan tertinggi di Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat.
“Pembangunan ini sebagai kenang-kenangan, rasa syukur kami telah diberikan ilmu yang banyak oleh Sang Maha Guru, Ibu Nyai Shofwatul Ummah maupun Syeikh Maulana Bapak M. Subchi Azal Tsani. Pasti selalu diberi tahu gimana caranya agar kita meninggalkan kemanfaatan. Termasuk kami bisa sampai di Maqooshidul Qur-aan juga melalui THGB", jelas Miftachus Soim selaku ketua pembangunan.
Ini bukan kali pertama murid-murid dari MQ membuat kenang-kenangan. Mulai dari IKHWAN angkatan pertama sampai angkatan saat ini pun juga memberikan kenang-kenangan berupa sebuah bangunan atau hal lainnya sebagai bentuk rasa syukur.
“Dari dulu memang dari kakak-kakak IKHWAN sebelum dari MQ 10 dan 11 ini, dari IKHWAN 1 sampai IKHWAN 8 mesti (pasti) memberikan kenang-kenangan biasanya setelah lulus dari MQ, seperti gapura Sastro Jendro, gedung MQ lokal lama dan lokal baru, rumah syukur dan lain-lain”, terang Soim.
Soim menyampaikan, bahwa tenaga serta dana dalam pembangunan kantor THGB ini sepenuhnya dari murid-murid Maqooshidul Qur-aan angkatan 10 dan 11, dimana sumber dananya berasal dari biaya Safari Chubbul Wathon Minal Iman yang masih tersisa kurang lebih sebesar 200 juta rupiah. Dengan biaya tersebut, rencana bangunan ini akan berukuran 9×9 meter, luas ruangan 9×7 meter dan tambahan 2 meter untuk teras depan.
“Untuk tenaganya, sumber dananya itu murni dari teman-teman Maqooshid sendiri, mungkin untuk kordinasi ke kakak-kakak yang dulu sudah berpengalaman di bidang pembangunan. Dari dana yang akan dibangunkan untuk kantor THGB tersebut, itu dana dari sisa Safari yang kurang lebih 200 juta”, tegas mas Soim.
Mengenai lamanya waktu pembangunan kurang lebih 2 bulan, yang dimulai pada hari Sabtu 27 Sya'ban 1445 H atau 08 Maret 2024 M sampai pada tanggal 27 Romadhon 1445 H, lalu libur sebentar dan dilanjutkan setelah memasuki bulan Syawwal. Adapun nanti pengerjaan ketika di bulan Romadhon dari sore sampai menjelang magrib, dan dilanjutkan kembali setelah ibadah sholat terawih.
Soim kembali menyampaikan, bahwa pembangunan ini tidak lepas dari arahan dan petunjuk Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah dan Ibu Nyai Shofwatul Ummah, “Pengerjaannya memang satu bulan ini full puasa, sama Ibu Nyai Shofwatul Ummah sendiri diberi arahan, diberi petunjuk, supaya puasa wajib dan sholat terawih harus tetap dikerjakan. Bentuk bangunan seperti apa juga sudah ditentukan”, jelas Soim.
“Harapan kami dari MQ 10 dan 11, apapun yang di cita-citakan oleh Sang Guru, Ibu Nyai Shof, dan Bapak Subchi Azal Tsani supaya harapan itu tetap bisa kami wujudkan. Dan juga semoga dari adik-adik kami selalu semangat dan melaksanakan dawuh-dawuh Sang Maha Guru sampai bisa terwujud", pungkasnya. (OPSHID Media)
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon