ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Selain Rumah Gratis, OPSHID Santunan Fakir Miskin Untuk Mensyukuri Sumpah Pemuda
27 Oktober 2024 17:00

JOMBANG—Ahad (27/10/24) Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah menyampaikan 90 paket santunan kepada fakir miskin dan anak yatim yang tinggal di sekitar lokasi Rumah Syukur.
Rumah Syukur sendiri merupakan sebutan untuk program Rumah Gratis yang dibangun warga Thoriqoh Shiddiqiyyah. Program ini dilaksanakan dalam tiga momen tiap tahunnya yakni untuk mensyukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia; mensyukuri Hari Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya; dan untuk mensyukuri Hari Pahlawan.
Tahun ini, dalam mensyukuri Hari Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ke-96, OPSHID membangun 83 unit Rumah Syukur tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Tiap unitnya diperkirakan senilai Rp150.000.000,- sehingga total biaya yang dikeluarkan lebih dari 12 Miliyar.
Selain memberikan rumah secara cuma-cuma, pada Ahad (27/10/24) OPSHID menyampaikan 90 paket santunan kepada fakir miskin dan anak yatim di tujuh titik wilayah Jombang, meliputi:
- Kecamatan Plandaan
- Kecamatan Kabuh
- Kecamatan Tembelang
- Kecamatan Kudu
- Desa Rejoagung
- Desa Bawangan
- Dusun Kleco Tanggung Kramat
Paket santunan disampaikan kepada warga yang tinggal di sekitar Rumah Syukur. Munari, salah satu pengurus DPD OPSHID Jombang menyampaikan, "Yang diberikan santunan ini lain dari penerima rumah syukur itu sendiri, lebih tepatnya tetangga sekitar atau satu kampung dengan penerima rumah syukur. Untuk menghindari kecemburuan sosial. Ada yang diberikan santunan rumah, ada yang diberikan santunan uang.” Tutur Munari.
Munari juga menyampaikan santunan dilaksanakan untuk mensyukuri dua peristiwa nasional di bulan Oktober yakni Hari Santri Nasional dan Sumpah Pemuda.
Tiap paket santunan senilai Rp300.000,- berupa uang tunai sehingga totalnya untuk 90 paket sebesar Rp27.000.000,-. Agenda penyampaian santunan ini, merupakan program tahunan dilaksanakan sejak 2012, dan masih lestari hingga sekarang.
Santunan sendiri merupakan istilah yang digunakan warga Thoriqoh Shiddiqiyyah dalam memberikan bantuan, baik rumah, sembako, biaya pengobatan, ataupun uang tunai. Penyebutan santunan, digunakan karena lebih sesuai dengan makna yang disematkan.
Santun merupakan sifat luhur bangsa Indonesia, dan sifat santun dicerminkan dengan memposisikan semua manusia setara. Istilah santunan digunakan untuk memulyakan kaum dhuafa (fakir miskin dan anak yatim), karena mereka, kita punya kesempatan untuk merealisasikan nikmat syukur.
Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah didirikan oleh Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah dan pemimpin Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah di Losari, Ploso, Jombang dengan landasan sebagai pelayan keimanan, pelayan kemanusiaan, dan pelayan kealaman, untuk bisa menjadi SAN-TRI (Insan Tiga).
Menurut Syekh Mukhtar, SAN-TRI mempunyai tiga kewajiban:
- Wajib melaksanakan hubungan kepada Alloh Ta’ala
- Wajib melaksanakan hubungan kepada sesama manusia
- Wajib melaksankan hubungan kepada alam
Santunan yang dilaksanakan pada hari ini, termasuk dalam melaksanakan hubungan kepada sesama manusia.
OPSHID dan organisasi lain yang dibentuk Syekh Mukhtar selalu menggunakan istilah “menyampaikan santunan” bukan memberikan santunan. Karena apa yang dilakukan OPSHID hanyalah menyampaikan hak fakir miskin dan anak yatim. Sebagaimana tersebut dalam Q.S Adz Dzuriyat ayat 19, Alloh Ta'ala berfirman:
وَفِيْۤ اَمْوَا لِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّآئِلِ وَا لْمَحْرُوْمِ
“Dan pada harta benda mereka ada hak orang miskin yang meminta, dan orang miskin yang tidak meminta".
Sehingga esensi dari santunan adalah menyampaikan hak fakir miskin dan anak yatim, bukan memberikan. Proses penyampaian pun juga harus dilakukan dengan santun, dengan OPSHID harus duduk lebih rendah dari penerima santunan.
“Alhamdulillah, remen (suka). Mugi-mugi ketua OPSHID diparingi sehat, diparingi lancar rejekine", Tutur salah satu penerima santunan. (OPSHID MEDIA)
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon