ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Masuki Usia Sakral, THGB Lestarikan Ajaran Syukur
16 September 2024 18:00

JOMBANG – Jum’at, (13/9/2024), telah diadakan kegiatan Bazar Siswa penampilan kreativitas dan wujud karya sebagai salah satu dari rangkaian acara Tasyakkuran Maulid Nabi Muchammad S.A.W dan Hari Lahir Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat ke-40. Acara bazar ini berlangsung selama 2 hari, sampai Sabtu, (14/9/2024).
Berbagai penampilan dipersembahkan oleh para murid-murid THGB, mulai dari pawai Sholawat, penampilan tari, lomba musik, lomba sholawat, serta menyajikan hidangan kuliner khas daerah Nusantara. Berlokasi di lapangan Gedung Lokal Baru, Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah Indonesia, Desa Losari, Kec. Ploso, Kab. Jombang.
Dalam menyambut Harlah THGB ke-40 dan Maulid Nabi Muchammad SAW, sebelumnya para murid THGB melaksanakan AL-BIRRU massal seluruh area pesatren. Juga mengadakan Khotmil Qur’an (12/09/24) yang bertempat di mushola THGB. Sama dengan tahun sebelumnya, panitia acara harlah dari murid-murid TK 12 dan 11.
Dihadiri oleh murid-murid THGB, pengurus dan guru-guru serta para alumninya. Pada Harlah THGB kali ini mengusung tema DENGAN PENGABDIAN, KITA LESTARIKAN AJARAN THORIQOH SHIDDIQIYYAH INDONESIA. Kegiatan bazar bertujuan untuk menumbuh kembangkan kreativitas murid-murid di bidang kesenian, sekaligus memperdalam rasa cinta murid terhadap Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat.

Pada sambutannya, ketua panitia Harlah menjelaskan makna dari usia 40 tahun THGB. “Pada tahun ini, Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat genap berusia 40 tahun. 40 itu simbol kesempurnaan sebagai manusia, apabila telah mencapai usia 40 tahun berarti telah sampai pada usia yang matang dan dewasa.” Oleh Subeqi Fajar Firmansyah selaku ketua panitia.
Tidak hanya itu saja, angka 40 juga memiliki makna lain seperti manusia yang tercipta dari 4 unsur; api, angin, air dan tanah. 4 arah mata angin serta 4 gerakan dalam ummul ibadah sholat, mulai dari berdiri, rukuk, sujud dan duduk. Fajar juga menambahkan bahwa ringkasan semua itu adalah bagaimana manusia bisa menjadi sempurna, dengan mengendalikan ke 4 unsur dalam dirinya.
"Dan Kita sama-sama tahu umur 40 bukan usia yang biasa, di satu sisi bisa jadi usia awal kematangan rohania, atau bisa jadi proses untuk pematangan urusan rohania untuk usia selanjutnya," ujar bapak Ulil Abshor selaku kepala sekolah Bustanuts Tsalis.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, harlah kali ini memberikan sebuah tanda dan pesan yang besar untuk selangkah lebih dekat menuju Abdan Syakuro. Dengan mengamalkan serta melestarikan ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah yang ada di dalam THGB.
Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan murid THGB, tentunya tidak lepas dari apa yang telah diajarkan Sang Mursyid. Salah satunya dalam mencintai tanah air Indonesia. “Patut berbangga, patut bersyukur anak-anak kita ini menunjukkan di antara kebanggaan-kebanggaan Nasional lewat budaya. Entah itu budaya tari atau budaya makanan.” terang bapak Ulil Abshor.

Melanjutkan rangkaian acara Harlah, Ahad (15/9/24) diadakan do’a bersama Kautsaran Akbar yang bertempat di teras Gedung Lokal Baru THGB. Selain kegiatan do’a bersama juga terdapat beberapa penampilan dan penyampaian tunjangan pendidikan kepada beberapa murid terpilih.
Dengan kemauan yang kuat, murid-murid THGB berusaha untuk melestarikan dan mewujudkan harapan-harapan dari Sang Guru Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi dan juga orang tua.
“Semoga THGB terus jaya dan lestari, terus berkembang di atas perkembangan. Selalu dalam naungan Ridho Alloh dan Ridho Sang Guru, dan semoga murid-murid THGB bisa mewujudkan harapn-harapan Sang Guru,” harap Zabrina Nur Ainiyha, Wakil Ketua panitia. (OPSHID MEDIA)
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan