Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Berdasarkan Kalender Hijriyyah, Begini Cara Pesantren Shiddiqiyyah Mensyukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI ke 80

05 April 2023 08:00

Berdasarkan Kalender Hijriyyah, Begini Cara Pesantren Shiddiqiyyah Mensyukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI ke 80

Jombang, Kamis (30/03/2023) lalu, Pesantren Majma'al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah atau dikenal Pesantren Shiddiqiyyah Jombang melaksanakan Tasyakkuran Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia ke 80 berdasarkan kalender Hijriyyah dengan Sholat dan Do'a Sujud Syukur serta Bukan Bersama dan Santunan. 

Hal ini merupakan agenda rutin yang diprakarsai oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah dalam mensyukuri nikmat besar kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya NKRI menurut kalender Hijriyyah. Adapun rangkaian acara yang dilaksanakan selama 3 malam berturut-turut sebagai beriku: 

  • Pertama, pada tanggal 9 Syahru Romadlon 1444 H melaksanakan Sholat dan Do'a Sujud Syukur yang bertempat di Masjid Baitush Shiddiqin, dipimpin oleh Wali Talqin Shiddiqiyyah Bapak Sa'id Hamdi. 
  • Kedua, pada tanggal 10 Syahru Romadlon 1444 H juga melaksanakan Sholat dan Do'a Sujud Syukur yang bertempat di serambi Ndalem (kediaman Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi) dipimpin oleh Kholifatush Shiddiqiyyah Bapak Syamsul Huda dan dilanjutkan dengan Ceremonial Tasyakkuran Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI ke 80.
  • Ketiga, pada tanggal 11 Syahru Romadlon 1444 H melaksanakan Shilaturrohmi, Buka Bersama dan Santunan kepada kaum dhuafa', yatim piatu dan veteran pejuang kemerdekan Bangsa Indonesia di Ballroom Yusro Hotel Jombang dengan 300 undangan.

Sujud Syukur H 3.webp (184 KB)

Bapak Sa'id Hamdi selaku imam Sholat dan Do'a Sujud Syukur hari pertama menyampaikan bahwa tasyakkuran dilaksanakan sebagai rasa syukur warga Thoriqoh Shiddiqiyyah kepada Alloh Ta'ala, "Kemerdekaan Bangsa Indonesia menurut penanggalan Hijriyyah yaitu pada tanggal 9 Syahru Romadlon tahun 1364 Hijriyyah. Kita sebagai Bangsa Indonesia pada umumnya dan sebagai warga Shiddiqiyyah pada khususnya, wajib bersyukur kepada Alloh Ta'ala atas dua nikmat yang telah kita terima dari Alloh SWT, yaitu nikmat Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan nikmat Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan bagaimana cara kita untuk mensyukuri dua nikmat tersebut? yaitu melalui ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah, salah satunya dengan ikut melaksanakan doa sujud syukur ini," Tutur Beliau.  

Di lain kesempatan, Bapak Joko Herwanto selaku Ketua Organisasi Shiddiqiyyah (ORSHID) menyampaikan dalam sambutannya pada Ceremonial Tasyakkuran Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI ke 80, bahwa hanya Pesantren Shiddiqiyyah yang saat ini melaksanakan Tasyakkuran Kemerdekaan sebanyak dua kali, "Subchanalloh Alchamdullilah Astaghfirulloh, 9 Syahru Romadlon tahun ini bertepatan dengan jum'at legi sama persis dengan proklamasi tahun 1364 Hijriyyah lalu. Dan hari ini saya juga sempat mencari informasi kemana-mana, satu-satunya yang melaksanakan Tasyakkuran kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI di tahun Hijriyyah hanya di Pesantren Shiddiqiyyah!." Ungkap Beliau. 

Hal ini sesuai dengan petunjuk Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyyah Almukarrom Bpk Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi Syekh Mukhtarulloh Al Mujtabaa bahwa warga Thoriqoh Shiddiqiyyah wajib melaksanakan Tasyakkuran Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI sebanyak dua kali dalam tiap tahunya. Yang pertama, berdasarkan kalender Masehi yakni 17 Agustus sampai 19 Agustus. kedua, berdasarkan kalender Hijriyyah yakni 9 Syahru Romadlon sampai 11 Syahru Romadlon. Yang mana rangkaian acara dalam tasyakkuran tersebut hampir sama yakni Sholat dan Do'a Sujud Syukur, Ceremonial, dan Santunan. Akan tetapi untuk Tasyakkuran Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI berdasarkan kalender Masehi ditambah dengan pembangunan Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah atau disingkat RSKILHS, yang diprakarsai oleh Ketua Umum OPSHID Front Ketuhanan Yang Maha Esa, Bapak M. Subchi Azal Tsani atas petunjuk dari Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah.  

Sujud Syukur4.webp (6.84 MB)

"Artinya, bahwa kita semua dididik oleh Sang Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah untuk tidak pernah melupakan sejarah, dan dididik oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah untuk selalu bersyukur atas nikmat-nikmat yang kita terima, khususnya dua nikmat besar yaitu kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Nikmat Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia", Ungkap Bapak Khoirul Mudzakkir selaku perwakilan Organisasi DHIBRA Shiddiqiyyah. 

Dalam Mau'idhotul Chasanah Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, beliau menegaskan bahwa umat Islam jangan sampai lupa dengan kalendernya umat Islam itu sendiri yaitu penanggalan Tahun Hijriyyah, "Penanggalan Hijriyyah ini dihitung dari peristiwa besar yang dialami oleh Rosululloh SAW, yakni Hijrah Rosululloh SAW dari Mekkah ke Madinah. Jika lupa dengan kalender Hijriyyah, berarti lupa dengan peristiwa Hijrah Rosululloh, ini bahaya!", Tegas Beliau. (OPSHID MEDIA)

Penulis: Nur Mika Sari

Editor: Nuraida