ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Mengungkap Rahasia Diterimanya Taubat Pada Malam 10 Muharrom
· 3 menit baca · Diperbarui
Memasuki bulan pertama menurut kalender umat islam, Hijriyyah yakni bulan Muharrom atau Suro. Thoriqoh Shiddiqiyyah adakan Pengajian Taubat Bersama yang berlangsung tiap tanggal 10 bulan Muharrom, Selasa (16/07/24M).
Jika biasanya Pengajian Taubat Bersama diadakan di teras kediaman Sang Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia, tahun ini diadakan di Lapangan Matahari Terbit, Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah Indonesia, Losplos-Jomja-Iroja.
Ratusan Jama’ah Shiddiqiyyah tampak memenuhi area pesantren mulai dari sepanjang jalan JMYR Pusat, lapangan Chubbul Wathon Minal Iman, dan lapangan Matahari Terbit untuk mengikuti Pengajian Taubat Bersama yang dipimpin langsung oleh Al Mursyid Thoriqotush Shiddiqiyyah Indonesia Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi.

Kebahagian terpancar jelas dari banyaknya Jama’ah Shiddiqiyyah yang datang pada malam itu, seperti yang disampaikan Ibu Ummul Choironi selaku Sekjen DPP ORSHID “Beda suasana malam ini, warga Shiddiqiyyah banyak yang senang karena bisa bertatap muka langsung dengan sang Mursyid di tempat yang lebih luas”, jelas Ibu Ummul.
Mengingat bulan Muharrom merupakan bulan pertama dalam kalender umat islam, Ibu Puji selaku Ketua Organisasi Jam'iyyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah (JKPHS) mengajak kepada seluruh Jama’ah Shiddiqiyyah untuk hadir dan mensukseskan acara Tasyakuran Tahun Baru Hijriyyah pada tanggal 28 Muharrom atau 4 Agustus mendatang di Serang, Banten.
“Kami berharap seluruh warga Shiddiqiyyah ikut memeriahkan Tasyakuran Tahun Baru Hijriyyah di Serang, Banten. Kehadiran kita semata-mata adalah syiar Thoriqoh Shiddiqiyyah di Banten", ungkap Ibu Puji.
Sehubungan dengan pengajian Taubat Bersama, Ibu Nyai Shofwatul Ummah selaku Ketua Umum Organisasi Dhilal Berkat Rochmat Alloh (DHIBRA) menyampaikan program sosial yang tengah berlangsung dalam rangka menysukuri ni'mat kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia yakni pembangunan 128 unit Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS), harapan besar agar seluruh jama'ah Shiddiqiyyah turut serta dalam mensukseskan program sosial tersebut.
“Mari bersama-sama berbondong-bondong mewujudkan mimpi-mimpi dari 128 KK tersebut, agar segera mendapatkan rumah yang dimimpi-mimpikan”, jelas Ibu Nyai Shofwatul Ummah.
- Hak Suara Atau Hak Bicara? Meninjau Ulang Sistem Demokrasi di Negara Kita
- 17 Unit Rumah Gratis OPSHID Telah Diserahkan Kepada Penerima
- Arab, Korea, Yugoslavia: Kesamaan Tak Menjamin Persatuan
- Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo
- RSTMC Pantau Kesehatan Relawan Pembangunan 5 Rumah Syukur di Jombang
- Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia
- Kongres Sumpah Pemuda: Kunci Kebangkitan Nasional
- Berkah Rumah Syukur OPSHID: Dari Gubuk Reot Menuju Kemandirian Hidup Mbah Saminem dan Mbah Suparmin
- Benteng Negara, Peran Santri di Peristiwa 22 Oktober 1945
- Bukan Renovasi, OPSHID Bangun 2 Rumah Gratis Dalam 16 Hari