ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Mengungkap Rahasia Diterimanya Taubat Pada Malam 10 Muharrom
17 Juli 2024 17:00
Memasuki bulan pertama menurut kalender umat islam, Hijriyyah yakni bulan Muharrom atau Suro. Thoriqoh Shiddiqiyyah adakan Pengajian Taubat Bersama yang berlangsung tiap tanggal 10 bulan Muharrom, Selasa (16/07/24M).
Jika biasanya Pengajian Taubat Bersama diadakan di teras kediaman Sang Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia, tahun ini diadakan di Lapangan Matahari Terbit, Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah Indonesia, Losplos-Jomja-Iroja.
Ratusan Jama’ah Shiddiqiyyah tampak memenuhi area pesantren mulai dari sepanjang jalan JMYR Pusat, lapangan Chubbul Wathon Minal Iman, dan lapangan Matahari Terbit untuk mengikuti Pengajian Taubat Bersama yang dipimpin langsung oleh Al Mursyid Thoriqotush Shiddiqiyyah Indonesia Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi.

Kebahagian terpancar jelas dari banyaknya Jama’ah Shiddiqiyyah yang datang pada malam itu, seperti yang disampaikan Ibu Ummul Choironi selaku Sekjen DPP ORSHID “Beda suasana malam ini, warga Shiddiqiyyah banyak yang senang karena bisa bertatap muka langsung dengan sang Mursyid di tempat yang lebih luas”, jelas Ibu Ummul.
Mengingat bulan Muharrom merupakan bulan pertama dalam kalender umat islam, Ibu Puji selaku Ketua Organisasi Jam'iyyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah (JKPHS) mengajak kepada seluruh Jama’ah Shiddiqiyyah untuk hadir dan mensukseskan acara Tasyakuran Tahun Baru Hijriyyah pada tanggal 28 Muharrom atau 4 Agustus mendatang di Serang, Banten.
“Kami berharap seluruh warga Shiddiqiyyah ikut memeriahkan Tasyakuran Tahun Baru Hijriyyah di Serang, Banten. Kehadiran kita semata-mata adalah syiar Thoriqoh Shiddiqiyyah di Banten", ungkap Ibu Puji.
Sehubungan dengan pengajian Taubat Bersama, Ibu Nyai Shofwatul Ummah selaku Ketua Umum Organisasi Dhilal Berkat Rochmat Alloh (DHIBRA) menyampaikan program sosial yang tengah berlangsung dalam rangka menysukuri ni'mat kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia yakni pembangunan 128 unit Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS), harapan besar agar seluruh jama'ah Shiddiqiyyah turut serta dalam mensukseskan program sosial tersebut.
“Mari bersama-sama berbondong-bondong mewujudkan mimpi-mimpi dari 128 KK tersebut, agar segera mendapatkan rumah yang dimimpi-mimpikan”, jelas Ibu Nyai Shofwatul Ummah.
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus
- Sang Merah Putih Dan Makna Agung Dibaliknya