ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Warga Ploso Jombang, Lestarikan Fakta Kelahiran Bung Karno!
06 Juni 2026 16:45

Jombang — Acara bertajuk Bulan Soekarno Ploso 2026 di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, mencapai puncaknya melalui kegiatan Kirab Lahir Soekarno yang telah terlaksana pada Sabtu, (06/06/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat dan para pemerhati sejarah dalam mensyukuri hari kelahiran Sang Proklamator Kemerdekaan Bangsa Indonesia sekaligus memperkenalkan hasil penelitian sejarah mengenai lokasi kelahiran Bung Karno di Desa Rejoagung, Ploso.
Sebelumnya, rangkaian acara Bulan Soekarno Ploso 2026 di awali dengan upacara pada Senin, (01/06/26) di kawasan Titik Nol Soekarno, Gang Buntu, Desa Rejoagung, Ploso.
Kemudian pada Jum'at, (05/06/26) digelar Sarasehan dan Tirakatan yang bersamaan pula peluncuran buku, lukisan, dan kuliner lokal bertema Bung Karno.
Ketua Panitia acara Bulan Soekarno Ploso 2026 sekaligus Ketua ARGAB BERSATU (Warga Gang Buntu Bersatu Untuk Maju), Azamil Ghoni, mengatakan bahwa peringatan tahun ini menghadirkan sejumlah pembaruan dibandingkan tahun sebelumnya, terutama pada rute kirab yang dibuat lebih panjang dengan mengendarai sepeda.

"Kirab tahun ini sengaja diperpanjang untuk syiar kepada masyarakat bahwa di wilayah Rejoagung, Ploso, terdapat situs tempat kelahiran Bung Karno," ujarnya.
Kirab diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ploso, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, pemerhati sejarah, komunitas sepeda ontel, pelajar, serta masyarakat umum. Para peserta mengenakan pakaian bernuansa perjuangan dan menempuh sejumlah titik yang memiliki keterkaitan dengan jejak sejarah Bung Karno di Ploso.
Ketua Panitia Azamil Ghoni menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi dalam penyelenggaraan acara tersebut.
Dukungan berasal dari Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Perusahaan MPS, PDAM, PT Sehat Tentram, PT Maan Ghodaqoh, Joyo Servis, Toko Emas Wahyurejo, KSP Podo Joyo Ploso, Toko Elektronik Tirta, serta Alchiken.
Menurutnya, partisipasi berbagai instansi, perusahaan, dan pelaku usaha tersebut turut mendukung kelancaran dan kesuksesan rangkaian kegiatan Agenda Bulan Soekarno 2026 di Ploso.
Dalam sambutannya, Camat Ploso Tridoyo Purnomo berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu mendorong pengakuan yang lebih luas terhadap hasil kajian sejarah mengenai kelahiran Bung Karno di Ploso.
"Semoga Bulan Soekarno tahun ini membawa berkah, kemajuan ekonomi masyarakat, dan kemajuan secara hukum, pengakuan dari masyarakat semuanya se-Indonesia.Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk meneladani perjuangan Bung Karno," ujarnya.

Pada malam sebelumnya, sarasehan dan tirakatan berlangsung khidmat dengan menghadirkan berbagai tokoh masyarakat, pemerintah, akademisi, serta pemerhati sejarah.
Dalam kesempatan tersebut diluncurkan dua buku yang membahas sejarah kelahiran Soekarno di Jombang, yakni 'Titik Nol Soekarno Ploso 1902' karya Binhad Nurrohmat dan 'Menemukan Bung Karno Di Jombang' karya Muhammad Faisol.
Selain itu, diluncurkan pula karya lukisan bertema sejarah kelahiran Bung Karno hasil karya pelukis Jombang Yus Harris, serta dua produk kuliner lokal, yakni Jenang Pelok Soekarno dan Sego Ploso Merdeka.
Inisiator penelitian sejarah kelahiran Soekarno di Ploso, Binhad Nurrohmat, menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukan sejak 2019 itu melalui observasi lapangan, penelusuran arsip, dan kajian literatur.
Menurutnya, berbagai kegiatan yang kini rutin dilaksanakan masyarakat merupakan bentuk partisipasi warga dalam melestarikan jejak sejarah yang diyakini berkaitan dengan masa kecil Bung Karno di Ploso.
"Yang terpenting bukan hanya proses penetapan secara formal, tetapi bagaimana masyarakat terus menjaga dan menyuarakan jejak sejarah kelahiran Bung Karno yang ada di Ploso," tuturnya.
Dukungan terhadap upaya tersebut juga disampaikan Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Hanom, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah mengajukan surat kepada Kementerian Kebudayaan dan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur untuk mendorong kajian lebih lanjut terkait usulan situs kelahiran Bung Karno sebagai cagar budaya.
Antusiasme juga datang dari kalangan pelajar yang mengikuti kirab. Anggita dan Nafika, siswi dari SMA Negeri Ploso, mengaku kegiatan tersebut membuatnya takjub.
"Kesan saya yang pertama yaitu takjub, karena ini merupakan langkah awal dari mempresentasikan dimana pahlawan Indonesia lahir di bumi Jombang ini," kata Anggi.
Selaras dengan itu, Fidan dan Alan Maulana, siswa SMA Negeri Ploso, juga mengaku terkejut sekaligus bangga mengetahui adanya temuan sejarah tersebut.
"Saya baru pertama kali mengikuti kirab ini. Menurut saya menarik karena kalau benar-benar Soekarno lahir di Ploso, maka Jombang memiliki dua presiden sekaligus. Yaitu Gus Dur sama Bung Karno, " ujarnya.
Melalui rangkaian acara Bulan Soekarno Ploso 2026, masyarakat Ploso berharap jejak sejarah kelahiran Sang Proklamator di Ds. Rejoagung dapat semakin dikenal luas, sekaligus menjadi sarana edukasi sejarah, penguatan identitas lokal, dan penggerak ekonomi masyarakat melalui pengembangan wisata sejarah dan produk UMKM setempat. (OPSHID Media)
- Warga Ploso Jombang, Lestarikan Fakta Kelahiran Bung Karno!
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa