ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Menyambut Kebangkitan Tashawuf Dunia Dimulai Dari Indonesia
13 Juli 2023 17:00
JOMBANG - Pesantren Majma’al Bachrain Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah mengadakan Doa Bersama Menyambut Kebangkitan Tashawuf Dunia, Jum’at 19 Dzulhijjah 1444 H / 07 Juli 2023 M lalu.
Menurut Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi Syekh Mukhtarulloh Al Mujtabaa tanda-tanda kebangkitan Tashawuf dunia itu ada 5, diantaranya:

Pada malam itu juga, Beliau Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi Syekh Mukhtarulloh Al Mujtabaa Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah dalam Mau’idhotul Chasanah menyampaikan 2 syair untuk Menyambut Kebangkitan Tashawuf Dunia.
Syair kebangkitan Tashawuf Dunia
⁃ أخـو الـعـلم حـي خــالـد بـعـد مــــــوتـه , وأوصـاله تحـت التراب رمـيم
AKHUL `ILMI CHAYYUN KHOOLIDUN BA`DA MAUTIHI, WA AUSHOOLUHU TAHTAT TUROOBIROMIIMUN.
⁃ وفـى الجَـهل قـبل الموتِ مـوتٌ لِاَهْـله ، واجسادهم قبـل القبــورِ قـبورٌ
WAFIL JAHLI QOBLAL MAUTI MAUTUN LI AHLIHI, WA-AJSAADUHUM QOBLAL QUBUURI QUBUURUN
“Pada malam hari ini acara pokok Semangat Menyambut Kebangkitan Tashawuf Dunia, yang diawali dari Indonesia. Untuk itu saya akan menyampaikan dua syair untuk Menyambut Kebangkitan Tasawuf Dunia”, pitutur Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi Syekh Mukhtarulloh Al Mujtabaa pada malam dilaksanakannya Doa Bersama.
- Martono: Buruh Sampah Yang Dapat Rumah Gratis
- Eksperimen Kretek Untuk Penyembuhan - Catatan Pribadi Dokter Hewan Tentang Sehat Tentrem
- Putiah: Puluhan Tahun Jual Jamu Keliling, Baru Kini Rasakan Rumah Yang Layak
- Syukuri Tahun Baru 1448 Hijriyyah di Grobogan, Sang Mursyid Ungkap Hikmah Dibaliknya
- Pilar Syukur Dalam Lima Proyek Khususul Khusus Shiddiqiyyah
- Rumah Jadi Dalam 12 Hari, Ini Rahasia Percepatan Pembangunan di Kudu, Jombang
- Dari Zona 1 untuk Khususul Khusus: Ketika Satu Excavator Membawa Pesan Besar
- Bantuan Rumah Gratis di Tanggamus, Wujud Syukur Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Shiddiqiyyah Bangunkan Rumah Untuk Orang Tua Tunggal di Pati
- Optimisme Atau Nasionalisme Buta? Mengkaji Ulang Makna Cinta Tanah Air