ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Gorontalo: Rumah ke-97 di Usia Sumpah Pemuda ke-97 Tahun
04 Oktober 2025 07:00

Gorontalo — Masih tetap pada komitmennya untuk membangun jiwa dan kesejahteraan masyarakat, Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) tahun ini membangun sebanyak 96 unit Rumah Syukur Fatchan Mubiina di 13 provinsi. Program ini merupakan wujud syukur atas Hari Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ke-97.
Namun, di tengah berlangsungnya pembangunan, akan dibangun 1 unit Rumah Syukur di Gorontalo. Unit baru ini menjadi penambah jumlah unit yang akan dibangun OPSHID yakni sebanyak 97 unit Rumah Syukur.
Pembangunan berlokasi di kediaman Ibu Hani Abdul (69) yang beralamat di Jalan Usman Isa, Kelurahan Piloloda'a, Kota Gorontalo dan menjadi unit Rumah Syukur pertama yang dibangun di Gorontalo.
Ibu Hani Abdul (69), seorang janda yang tinggal bersama putra tunggalnya, Nanang Mohammad (36). Bertahan hidup di sebuah rumah Berdinding gedeg (anyaman bambu) dengan beratapkan seng. Mereka hanya memiliki satu tempat tidur. Kondisinya begitu memprihatinkan, hingga saat mengangkat tempat tidur itu saja bisa merobohkan dinding gedeg yang menempel pada tempat tidur tersebut.
Namun dari keterpurukan itu, harapan pun datang. Atas Berkat Rochmat Alloh yang Maha Kuasa, OPSHID hadir untuk bantu mewujudkan impian dan harapan Ibu Hani Abdul beserta putranya. Pembongkaran rumah lama telah berlangsung pada Sabtu-Minggu (27-28/09/2025).
Dilanjutkan dengan Seremoni Peletakan Batu Syukur sebagai simbol dimulainya proses pembangunan rumah, yang berlangsung pada Senin (29/09/2025) dipimpin oleh Wali Talqin Shiddiqiyyah, Bapak Haryo Sumantri, bersama panitia lokal. Prosesi ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh setempat, diantaranya:
• Indra Gobel, Wakil Walikota Gorontalo
• Heru Zulkifli Talip SP MTP Kepala Dinas Perkim Pemerintahan Kota Gorontalo
• H. Abdul Karim Panu S. Pd Kecamatan Kota Barat
• Ibu Warni Panu SAP Kelurahan Piloloda'a
• Slamet, Perwakilan Polsek Kota Barat
Kehadiran ini menyiratkan dukungan penuh dari berbagai pihak atas program pembangunan Rumah Syukur dari OPSHID.
Tidak hanya itu, dukungan nyata juga datang dari Lurah Piloloda’a, Ibu Warni. Sejak awal kedatangan OPSHID beliau aktif mendampingi dan terus mensupport hingga terlaksananya prosesi peletakkan batu syukur.
Tidak banyak anggota OPSHID yang berasal dari Gorontalo, meski demikian, semangat membangun Rumah Syukur untuk Ibu Hani terus diupayakan, "Meski pembangunan dimulai belakangan, target akan selesai sama dengan 96 unit rumah syukur yang lain, yaitu sebelum Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober mendatang, "
“Untuk pengerjaan sampai tahap pondasi bakal dikerjakan oleh pekerja lokal. Nantinya juga akan didatangkan tenaga ahli pembangunan dari Jakarta maupun Jombang. Target kerjanya 35 hari.” ujar Iden Gobel, satu-satunya relawan OPSHID Gorontalo, yang juga ketua panitia pembangunan. Tekadnya untuk menyelesaikan rumah berukuran 4,5x6,6 meter sebelum Hari Sumpah Pemuda ini begitu kuat.
Bagi Ibu Hani Abdul, momen ini bagaikan mimpi indah yang nyata. Dengan suara terbata penuh syukur beliau menyampaikan, "Saya tidak sangka rumah ini bisa diganti. Selama ini hanya pasrah dengan kondisi. Terima kasih, mudah-mudahan semua yang membantu mendapat balasan."
Lebih dari sekedar rumah, program pembangunan Rumah Syukur Fatchan Mubiina Gorontalo menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa untuk membangun jiwa dan kesejahteraan, rasa kepedulian harus ditumbuhkan dimanapun, kapanpun dan pada siapapun, tidak mengenal tempat dan jumlah relawan. Program bukan hanya sekedar program, melainkan wujud nyata cinta OPSHID sebagai pelayan keimanan, kemanusiaan dan kealaman. (OPSHID Media)
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur