Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Serah Terima Piagam 83 Unit Rumah Syukur, Sang Mursyid Terangkan Pemuda Yang Dicintai Alloh

28 Oktober 2024 18:30

Serah Terima Piagam 83 Unit Rumah Syukur, Sang Mursyid Terangkan Pemuda Yang Dicintai Alloh

JOMBANG – Berlokasi di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Senin (28/10/2024) pagi, diadakan ceremony dan serah terima piagam Rumah Syukur Layak Huni Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (OPSHID) sebanyak 83 unit. Acara ini dalam rangka Mensyukuri Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ke-96.

Peningkatan dari tahun lalu yang sejumlah 66 unit rumah syukur, tahun ini menjadi 83 unit. Tercetaknya rekor baru tiap tahun ini juga menjadi bukti cinta dan syukur pemuda Shiddiqiyyah di Indonesia terhadap rakyat yang belum merasakan hak kemerdekaannya. Bahkan dilaksanakan juga santunan kapada warga di sekitar Rumah Syukur Kabupaten Jombang sebanyak 96 paket, yang diwakili penyampaiannya dalam acara oleh 6 murid Tarbiyyah Hifdhul Ghulam wal Banat (THGB).

Dihadiri langsung oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Kyai Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu'thi, Ibu Nyai Shofwatul Ummah, organisasi-organisasi di lingkungan Shiddiqiyyah, murid-murid THGB, serta jiwa-jiwa OPSHID dari berbagai wilayah di Indonesia. Hadir juga tamu istimewa, mantan Walikota Surabaya dan Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini.

Selain itu, diikuti pula oleh salah satu penerima Rumah Syukur, Uit beserta anaknya dan cucu perempuannha, Sudarsono dan Renata. Keluarga beragama Hindu ini berangkat dari Probolinggo untuk menghadiri acara selaku perwakilan penerima Rumah Syukur. Dalam sambutannya, mereka berterima kasih mewakilkan seluruh penerima Rumah Syukur, dimana mereka dapat merasakan kemerdekaan melalui rumah yang layak.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Kyai Mukhtar Mu’thi. Terima kasih banyak terhadap OPSHID dan jajarannya. Saya hanya bisa berterima kasih saja, sebelumnya saya tidak punya rumah”, ucap Sudarsono.

“Semoga Bapak Kyai dan Ibu Nyai diberikan panjang umur, begitu juga organisasi pemuda sekalian diberikan kesehatan. Saya berterima kasih, sangat-sangat berterima kasih pak,” kasih Uit.

Kisah Uit dan Sudarsono selengkapnya dapat dibaca di sini: Uit dan Sudarsono: Rochmat Tuhan Tidak Pernah Pandang Agama

Mulyono selaku perwakilan DPP OPSHID dalam sambutannya menyampaikan bahwa semangat dari OPSHID adalah bukti dari semangat Sumpah Pemuda yang terus berkobar hingga kini. Dan masih ada pula kepedulian dari masyarakat dengan cara membantu program rumah syukur.

“Sumpah pemuda terjadi 96 tahun silam, namun arti semangat sumpah pemuda tidak hanya melahirkan lagu kebangsaan 17 tahun kemudian. Bagi kami, api sumpah pemuda itu hingga kini masih terus berkobar. Minimal ini kami buktikan dengan kegiatan santunan membangun rumah syukur yang kami sembahkan kepada saudara sebangsa setanah air yang membutuhkan,” tegasnya.

Penulis:

Editor: Sa’adatush S.