ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Serah Terima Piagam 83 Unit Rumah Syukur, Sang Mursyid Terangkan Pemuda Yang Dicintai Alloh
28 Oktober 2024 18:30
Ibu Nyai Shofwatul Ummah juga mengakui semangat tersebut, sebagaimana disebutkan oleh beliau dalam sambutannya, “dalam kurun waktu agustus september oktober, bangun 200 lebih unit”. Sebagai bentuk pelestarian, sambutan dilanjutkan dengan shodaqoh spontanitas, yang mencapai nilai lebih dari 29 juta rupiah dalam acara tersebut.
Setelah itu, ditayangkanlah video dokumenter program rumah syukur yang berjudul “Hak Mereka Untuk Merdeka”, diperlihatkan bahwa masih banyak warga di Indonesia yang belum benar-benar merasakan kemerdekaan. Ditunjukkan bagaimana cara OPSHID melaksanakan kewajibannya sebagai pemuda-pemudi yang menghabiskan masa mudanya untuk menebarkan manfaat melalui kemampuannya.
Dilanjutkan dengan penyampaian piagam Rumah Syukur kepada OPSHID dari zona 1 hingga 4, dan puncaknya yaitu Mauidhoh Chasanah dan do’a dari Sang Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi. Beliau memulai pitutur luhur dengan hadits yang artinya “Sesungguhnya Alloh Ta’ala itu mencintai pemuda-pemudi yang menghabiskan masa mudanya dalam bakti kepada Alloh”.
“Pemuda-pemudi Shiddiqiyyah menghabiskan masa mudanya untuk bakti kepada Alloh berupa syukur. Mensyukuri nikmat sumpah pemuda dan lagu kebangsaan Indonesia,” jelas Sang Mursyid.
Lalu beliau Sang Mursyid menjelaskan tentang Undang-Undang Dasar BAB 3 Pasal 9 tentang Sumpah Presiden dan Wakil Presiden. Ditegaskan bahwa sumpah memiliki jaminan dan akibatnya.
“Jaminannya harus melaksanakan apa yang diucapkan ‘Demi Alloh’. Akibatnya kalau betul-betul melaksanakan sumpahnya akan mendapat ridho Alloh. Tetapi bila tidak betul-betul melaksanakan sumpahnya menurut kemampuan, akan mendapat laknatulloh dunia dan akhirat, naudzubillah,” pitutur luhur Sang Mursyid.
Melanjutkan pembahasan tentang sumpah, Sang Mursyid menyampaikan di Indonesia ada 3 sumpah nasional, “Sumpah nasional pertama, sumpah pemuda, satu nusa satu bangsa satu bahasa. Yang kedua, sumpah nasional yang diwujudkan lagu kebangsaan Indonesia, itu sebenarnya sumpah. Sumpah nasional yang ketiga sumpah presiden dan wakil presiden. Jadi ada 3 sumpah itu”.
Sejarah bangsa kita, Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya memang sudah sepantasnya kita syukuri. Karena sebagai pemuda Indonesia yang bersumpah suci dalam Sumpah Pemuda, sudah selayaknya kita menghabiskan masa muda kita untuk berbakti kepada Alloh, seperti yang tersebut dalam hadits. Dengan menjadi pemuda yang manfaat untuk sesama hingga manfaatnya terasa di seluruh pelosok negeri. (OPSHID Media)
- Martono: Buruh Sampah Yang Dapat Rumah Gratis
- Eksperimen Kretek Untuk Penyembuhan - Catatan Pribadi Dokter Hewan Tentang Sehat Tentrem
- Putiah: Puluhan Tahun Jual Jamu Keliling, Baru Kini Rasakan Rumah Yang Layak
- Syukuri Tahun Baru 1448 Hijriyyah di Grobogan, Sang Mursyid Ungkap Hikmah Dibaliknya
- Pilar Syukur Dalam Lima Proyek Khususul Khusus Shiddiqiyyah
- Rumah Jadi Dalam 12 Hari, Ini Rahasia Percepatan Pembangunan di Kudu, Jombang
- Dari Zona 1 untuk Khususul Khusus: Ketika Satu Excavator Membawa Pesan Besar
- Bantuan Rumah Gratis di Tanggamus, Wujud Syukur Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Shiddiqiyyah Bangunkan Rumah Untuk Orang Tua Tunggal di Pati
- Optimisme Atau Nasionalisme Buta? Mengkaji Ulang Makna Cinta Tanah Air