ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Sampai ke Negeri Jiran, Buah Da’wah Kader Shiddiqiyyah Bil Hikmah
29 April 2024 20:00
JOMBANG - Pesatnya perkembangan ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah tidak hanya di Indonesia saja, melainkan sampai ke luar negri, diantaranya ialah Malaysia.
Rombongan asal Malaysia bertajuk 'TRIP ILMU' tiba di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddqiyyah, pusat perkembangan Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia pada Sabtu 27 April 2024 M / 17 Syawal 1445 M lalu.
Sejumlah 46 orang dalam rombongan tersebut, 20 diantaranya melaksanakan bai'at. Yang mana dalam Shiddiqiyyah, bai'at merupakan tahap awal untuk menjadi murid dalam berthoriqoh.
Menurut Bapak Sholikin selaku pendamping rombongan menyatakan bahwa, Thoriqoh Shiddiqiyyah dengan Mursyid Syeikh Moch. Mukhtar Mu'thi sudah berkembang di Malaysia sejak tahun 2004, dan kini sudah lebih dari 700 Jama’ah. Hal ini tak lepas dari peran kader-kader Shiddiqiyyah setempat yang mengenalkan Shiddiqiyyah dengan metode hikmah, seperti bagaimana cara untuk pembersihan jiwa.
Selain berbai'at, peserta rombongan juga menyisiri area Pesantren Majma'al Bachroin Pusat dan Taman Raya Thoriqoh Shiddiqiyyah Merajut Nusantara Kabuh untuk lebih mengenal dan melihat secara langsung bagaimana tempat pusat perkembangan Ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah saat ini.
Seperti yang disampaikan Ibu Ani peserta rombongan dari Johor Bahru Malaysia, meceritakan bagaimana beliau mengenal Thoriqoh Shiddiqiyyah pada 2021 silam, Ustadz Latif dari Malaysia pada 2021 lalu “Bermula ketika pertemuan dengan Ustadz Latif, Malaysia. Beliau memperkenalkan kalau kita betul-betul ingin pembersihan, supaya berguru. Kalau kita berdo’a konsep ustadz Latif, seumpama untuk perobatan, selain daripada sedekah, die juga kate (dia juga berkata-red) mendidik jadi murid kita juga berwasilah, nah itu konsepnya” terang ibu Ani.
Dengan demikian, sejak masuknya Ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah padat tahun 2004 sampai saat ini, salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Jama'ah Shiddiqiyyah Malaysia ialah do'a wirid kautsaran.
Rupanya, pada Ahad pagi 18 Syawwal 1445 H / 28 April 2024 M, Jama’ah rombongan 'TRIP ILMU' Malaysia berkesempatan untuk sowan (menghadap) Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah. Syeikh Moch. Mukhtar Mu'thi menyampaiakan pitutur luhur tentang pengenalan kata SANTRI.
"Jadi SANTRI hakekatnya itu manusia yang melaksanakan tiga I: satu Iman, dua Islam, tiga Ishan". Lebih jelas lagi disamapaikan, “Hakekat SANTRI itu bukan pakaian, bukan kopyah, bukan kain panjang, hakekat SANTRI itu yaitu Insan yang melengkapi I tiga, Iman, Islam, Ihsan”.
Dalam kesempatan lain, Bapak Ahmad Syunkrin selaku ketua ORSHID Malaysia menyampaikan harapan besar bagi perkembangan Shiddiqiyyah di negrinyq, “Mudah-mudahan banyak orang yang mengambil paham pak kyai, semoga kite (kita) semua dekat dengan Alloh dan do’a kite (kita) senang Alloh kabulkan. Semoga Shiddiqiyyah di Malaysia berkembang dan bijaksana serta lestari”. (OPSHID MEDIA)
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus
- Sang Merah Putih Dan Makna Agung Dibaliknya