ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
09 April 2026 12:00

Ratusan santri dan warga Thoriqoh Shiddiqiyyah menggelar tasyakkuran Haul leluhur Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang, Jawa Timur, pada Selasa-Rabu (7-8/4/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan 20-21 Syawal 1447 H ini terdapat beberapa rangkaian acara. Khotmil Qur’an, pembacaan 100.000 surat Al-Ikhlas (Qulhu), serta santunan dan doa kautsaran bersama.
Acara Haul ini dikhususkan bagi empat sosok kunci, yakni Kyai Haji Abdul Mu’thi dan Ibu Nyai Siti Nasichah (orang tua Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah), serta Haji Ismail dan Hajjah Maimunah yang merupakan sahabat karib orang tua Mursyid. Rangkaian acara dimulai sejak Selasa pagi (7/4) dengan Khotmil Qur’an di Asrama Putri Murobathotul Banat.
Dilanjut pada malam hari, Khotmil Qur’an dilaksanakan di Asrama Putra Murobitul Ghulam dan di area makam Kyai Haji Abdul Mu’thi serta Nyai Nasichah. Berdasarkan data panitia, Khotmil Qur’an ini melibatkan sedikitnya 370 peserta yang tersebar di tiga lokasi dan mencapai 17 kali khatam lebih 20 juz.

Dilanjut ke-esokan harinya pada Rabu (8/4) pagi, pembacaan surat Al-Ikhlas (Qulhu) sebanyak 100.000 kali dan Doa Kautsaran. Dalam pelaksanaannya, jumlah bacaan melampaui target hingga mencapai 120.000 kali. Agenda ini diimami langsung oleh Kholifah Shiddiqiyyah, Bapak Tasrichul Adib Aziz, dengan partisipasi sekitar 345 warga Thoriqoh dan santri.

Perwakilan keluarga besar Kyai Haji Abdul Mu’thi, Bapak Fuad, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para peserta yang hadir. Ia berharap kegiatan ini dapat terus bertumbuh dan menjadi agenda rutin yang semarak.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas partisipasi seluruh warga Thoriqoh Shiddiqiyyah. Harapan kami untuk tahun-tahun berikutnya, acara ini bisa lebih semarak dan lebih banyak diikuti oleh warga, terutama yang berada di sekitar Jombang, sehingga tradisi ini bisa kita lestarikan untuk selama-lamanya," ujar Fuad dalam sambutannya.
Pada acara puncak ceremoni, setelah melaksanakan doa bersama, Kholifah Shiddiqiyyah Bapak Tasrichul Adib Aziz menegaskan bahwa Haul bukanlah sekadar tradisi tanpa dasar. Beliau merujuk pada hadis riwayat Baihaqi yang menyebutkan bahwa Rosululloh SAW secara rutin menziarahi makam para syuhada Uhud setiap tahun.

"Haul itu bukan hanya tradisi, tetapi sejak zaman Rosululloh pun Beliau tiap tahun melakukan ziarah dan memperingati pejuang-pejuang Islam yang gugur. Dalam hadits riwayat Baihaqi diterangkan bahwa Rosululloh tiap tahun berziarah atau meng-hauli pejuang Islam yang gugur pada Perang Uhud. Jadi, ini memiliki landasan yang kuat dalam sejarah Islam," tutur Bapak Kholifah Adib Aziz.
Menutup acara pada malam itu, Bapak Tasrichul Adib Azis juga mengingatkan tentang dawuh Rosululloh untuk senantiasa mengingat kematian (dzikrul maut). “Kita diperintah memperbanyak ingat akan robohnya kenikmatan, karena semua manusia menuju kesana. Tidak ada manusia yang lolos dari maut. Dan tidak ada bekal yang lain yang lebih baik saat me nghadapi Alloh SWT melainkan bekal Taqwa”. (OPSHID Media)
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan