Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Syukuri Hari Pahlawan, PCTA-Indonesia Bagikan Rumah Gratis, Santunan Veteran dan Adakan Seminar Kebangsaan

11 November 2024 10:30

Syukuri Hari Pahlawan, PCTA-Indonesia Bagikan Rumah Gratis, Santunan Veteran dan Adakan Seminar Kebangsaan

Tanpa berkat rochmat Alloh dan perjuangan para pahlawan, tiada mungkin kita merasakan nikmat kemerdekaan.

SURABAYA — Bangsa yang besar semestinya tidak melupakan atau mengingkari jasa para pahlawan. Berlokasi di Graha Samudra Bumimoro, Kobangdikal, Jl. Moro Krembangan, Kec. Krembangan, Ahad (10/11/2024) telah diselenggarakan acara Tasyakkuran Hari Pahlawan bertajuk: "Kembali ke Jatidiri Bangsa Indonesia, Merajut Nusantara - Menuju Perdamaian Dunia" oleh Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia yang dijiwai manunggalnya keimanan dan kemanusiaan.

Agenda ini mulai diselenggarakan sejak tahun 2022 dan lestari sampai saat ini. 

Kota Surabaya dan peristiwa besar 10 November 1945 identik dengan julukan 'Pahlawan'. Dimana di kota dan waktu ini, para pejuang di Jawa Timur, khususnya arek-arek Suroboyo dan sekitarnya berjuang mempertahankan kemerdekaan Bangsa Indonesia dari bengisnya penjajah. 

Acara tersebut berlangsung dengan 2 sesi berbeda. Sesi pertama: Ceremonial. Dimulai dengan do'a lintas agama, pertunjukan seni budaya, penghormatan pahlawan: mengheningkan cipta, santunan dan tali asih bersama veteran, dan ditutup dengan pitutur luhur oleh Pemrakarsa Organisasi PCTA-Indonesia Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syeikh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi.

PCTA-Indonesia juga membangun 10 unit Rumah Syukur, yang mana salah satu penerimanya adalah Mbah Ahmad, veteran yang masih hidup dan mengalami langsung peristiwa 10 November.

“Saya dipertemukan dengan pelaku sejarah pada saat perobekan bendera Belanda, namanya pak Ahmad. Sekarang beliau berusia lebih dari 100 tahun dan tinggal di Mojosari, di usia 100 tahun lebih ini Pak Ahmad masih sehat. Dan yang memprihatinkan adalah beliau bercerita bahwa sampai hari ini tinggal menetap di rumah putranya. Pejuang bangsa ini, pejuang yang mempertahankan republik ini masih belum mempunyai rumah untuk tinggal. Dan di bulan November ini, DPD PCTA-Indonesia Jawa Timur akan mempersembahkan rumah untuk Pak Ahmad,” jelas Joko Herwanto,

Dalam momen yang sama, Syeikh Mukhtar juga menyampaikan kekhawatiran akan tenggelamnya kapal NKRI yang bocor sana-sini, "Satu-satunya kapal yang kita tumpangi ini kapal NKRI, kapal besar NKRI yang memuat lebih dari 281 juta orang. Tapi sayang, kapalnya sudah bocor, padahal kapalnya sudah berlayar di tengah-tengah lautan globalisasi. Kebocoran kapal NKRI ini kalau tidak lekas-lekas diperbaiki, dikhawatirkan kapal ini tenggelam ke dasar lumpur kehinaan”, pitutur luhur Sang Pemrakarsa PCTA-Indonesia.

Penulis: Baqiyat Aliansyah Siregar

Editor: Nuraida