ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Sambut Tahun Baru 1448 Hijriyyah, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Makna Organisasi Wali Songo
17 Juni 2026 08:00

Jombang — Jam'iyyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah bersama warga Thoriqoh Shiddiqiyyah dari berbagai daerah mengikuti acara Shillaturrochmi dan Tasyakkuran Tahun Baru 1448 Hijriyyah yang diselenggarakan di lingkungan Pesantren Majma'al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah pada Selasa, (1/01/48 H atau 16/6/26 M). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mensyukuri nikmat Alloh Ta'ala atas perjalanan hidup selama satu tahun yang telah berlalu.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, pembacaan Sumpah Jati Diri Bangsa dan Ikrar 8 Kesanggupan Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah, pelantunan syair Pohon Shiddiqiyyah, syair Sumber Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta syair Jam'iyyah Kautsaran Putri. Kemudian pembacaan doa Kautsaran, sambutan, Mau'idhotul Chasanah, dan penutup.

Ketua Umum Jam'iyyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah Pusat, Pujiarti, dalam sambutannya mengajak seluruh anggota untuk menjadikan pergantian tahun sebagai sarana untuk terus mengevaluasi diri.
"Tahun demi tahun ibarat lembaran-lembaran yang kita tulis sendiri. Apakah yang kita isi adalah kemanfaatan atau justru kemudlorotan, semuanya menjadi pilihan kita. Semoga di tahun baru ini kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi sesama," ujarnya.
Ia juga menyampaikan perkembangan organisasi Jam'iyyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah yang kini telah memiliki 117 cabang, 125 anak cabang, 95 ranting, dan 11 anak ranting yang tersebar di Indonesia dan Malaysia. Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi modal penting untuk memperluas syiar dan kemanfaatan organisasi di tengah masyarakat.
Sementara itu, mewakili Organisasi Shiddiqiyyah Pusat, Ummul Choironi menyampaikan rasa syukurnya atas berbagai perkembangan yang terjadi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah, termasuk proses wakaf aset yang sedang dilakukan secara bertahap melalui Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah (YPS).
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pelestarian aset dan perjuangan Shiddiqiyyah agar dapat terus memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
"Meskipun dalam kondisi ekonomi secara nasional maupun secara global kita ini dikatakan sulit tapi alchamdulillah atas berkat rochmat Alloh Ta'ala kita semua ini masih diberi kesehatan, masih diberi kemampuan untuk bisa memberi bahan makanan dan mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kesehatan kita. Dan tentunya semangat hijrah ini bisa mewarnai kita semuanya," ucapnya dalam sambutan.
Pada kesempatan yang sama, Dewan Penasihat dan Dewan Pertimbangan Jam'iyyah Kautsaran Putri Haajarulloh shiddiqiyyah, Ibu Nyai Shofwatul Ummah, mengingatkan pentingnya menumbuhkan rasa syukur dalam setiap keadaan.
Menurut beliau, manusia kerap luput menyadari begitu banyak nikmat yang telah diberikan Alloh Ta'ala, mulai dari kesehatan hingga kesempatan untuk terus beribadah dan bershillaturrochmi.
"Lembaran demi lembaran, hari demi hari. Jadi lembaran kita ya hari itu. Hari itu kita isi apa? Itu tadi sudah disampaikan kemanfaatan untuk orang banyak atau hanya untuk diri sendiri, terserah kita. Cuma ada dua, syukur dan kufur. nek gak syukur yo kufur," tutur beliau.
Puncak acara diisi dengan Mau'idhotul Chasanah oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia, Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu'thi. Dalam mau'idhoh, beliau menjelaskan bahwa pergantian tahun merupakan momentum penutup sekaligus pembuka buku umur manusia.
"Pada malam ini tahun 1448 Hijriyyah. Malam ini bagi Shiddiqiyyah, malam penutup dan pembuka. Penutup buku umur, pembuka buku umur tiap-tiap tahun. Maka hari-hari itu lembaran umur, tulisannya amal kita setiap hari, amal ucapan, amal perbuatan, amal hati, itu tulisannya lembaran umur kita." jelas beliau.

Beliau juga mengajak warga Shiddiqiyyah untuk mengisi bulan Muharrom dengan berbagai amalan, termasuk puasa dan do’a sebagai bentuk ikhtiar memohon umur panjang, keselamatan, keberkahan, dan rochmat Alloh Ta’ala.
Dalam kesempatan tersebut, Sang Mursyid juga mengungkap fakta mengenai satu-satunya organisasi yang mampu bertahan hidup lebih dari 600 tahun, yakni Organisasi Wali Songo. Organisasi dakwah yang secara konsisten mengajak masyarakat kepada kebaikan dan menjauhi keburukan.
"Di Indonesia ini satu-satunya organisasi yang tahan hidup sampai sekarang ini, sudah melalui 600 tahun, organisasi apa itu? Namanya Organisasi Wali Songo. Itu nama organisasi bukan nama perorangan, bukan hitungan songo," ungkap beliau.
Organisasi berasal dari kata organ, yaitu bagian-bagian tubuh yang tersusun dan bekerja secara teratur. Dari susunan organ yang teratur itulah lahir istilah organisasi. Wali berarti mengajak-ajak masyarakat untuk melaksanakan kebaikan dan menjauhi keburukan. Sementara itu, Songo dimaknai tetap, tidak berubah. Sebagaimana angka sembilan yang jika dikalikan atau dijumlahkan akan tetap kembali menghasilkan angka sembilan.
Jejak perjuangannya, lanjut beliau, telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan Islam, pendidikan pesantren, serta perjalanan bangsa Indonesia hingga saat ini. Jadi Wali Songo itu bukan nama perorangan, melainkan nama organisasi yang tetap mengajak kebaikan dan menjauhi keburukan, baik keburukan di lesan maupun di hati.
Acara shillaturrochmi dan tasyakuran tersebut berlangsung khidmat. Tak luput dari ciri khas warga Thoriqoh Shiddiqiyyah yakni S3; Shillaturrochmi, Santun dan Shodaqoh. Pada malam tersebut juga telah dilaksanakan shodaqoh spontanitas yang berhasil mengumpulkan dana lebih dari 25 juta rupiah. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan acara tasyakkuran serta pembangunan Lokal baru Tarbiyyah Hifdhul Ghulam wal Banat.
Melalui Tasyakkuran Tahun Baru 1448 Hijriyyah ini, warga Shiddiqiyyah diharapkan semakin meningkatkan rasa syukur, memperkuat semangat perjuangan fii sabilillah, serta mengisi lembaran umur yang baru dengan amal-amal yang membawa kemanfaatan bagi sesama manusia. (OPSHID Media)
- Sambut Tahun Baru 1448 Hijriyyah, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Makna Organisasi Wali Songo
- Warga Ploso Jombang, Lestarikan Fakta Kelahiran Bung Karno!
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan