ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Kiriman PembacaSempat Bimbang, OPSHID Ngawi Akhirnya Tetap Bangun Rumah Syukur
· 3 menit baca · Diperbarui
NGAWI — Pembangunan Rumah Syukur OPSHID di Kabupaten Ngawi tahun ini memiliki cerita tersendiri. Di tengah tanggung jawab menyelesaikan sejumlah proyek khusus di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Shiddiqiyyah, Losari, Ploso, Jombang, OPSHID Ngawi sempat dihadapkan pada pertimbangan untuk melanjutkan atau menunda pembangunan Rumah Syukur.
Sebelum program Rumah Syukur dilaksanakan, OPSHID mendapat tugas dalam pembangunan lima proyek khusus di lingkungan pesantren tersebut. Yakni Masjid Raya Fatchan Mubiina, Perpustakaan Tashawuf, Gapura Syukur, Monumen Semboyan dan Kanal Isti’anah. Hingga kini, proses pembangunan proyek-proyek tersebut masih berjalan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan tersebut, sekitar satu minggu sebelum pelaksanaan peletakan Batu Syukur serentak 58 unit pada 21 September 2026, OPSHID Ngawi menghibahkan satu unit dump truck dengan nilai Rp250 juta.
Pengeluaran tersebut menjadi pertimbangan tersendiri. Terlebih, pembangunan satu unit Rumah Syukur membutuhkan biaya sekitar Rp120 juta. Kondisi itu sempat membuat OPSHID Ngawi bimbang untuk menentukan apakah pembangunan Rumah Syukur tetap dilaksanakan tahun ini.
Namun, keputusan akhirnya diambil setelah dilaksanakan Shilaturochmi dengan DPP OPSHID dan musyawarah bersama pengurus serta anggota OPSHID Ngawi.
Penanggung Jawab Pembangunan Rumah Syukur OPSHID Ngawi, Kasmun, menegaskan bahwa keputusan untuk tetap membangun akhirnya tidak bisa ditawar.
“Mau tidak mau, bagaimanapun caranya OPSHID Ngawi tetap harus membangun Rumah Syukur,” ujar Kasmun.
Keputusan tersebut membuat pelaksanaan pembangunan Rumah Syukur di Ngawi mengalami perubahan waktu sekitar satu minggu dari jadwal peletakan Batu Syukur serentak 58 unit lainnya.
Pembongkaran rumah lama milik penerima dilaksanakan pada Minggu, 27 September 2026. Sehari kemudian, Senin, 28 September 2026, dilaksanakan peletakan Batu Syukur sebagai tanda dimulainya pembangunan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Banjaransari, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi beserta jajaran, pengurus organisasi di lingkungan Shiddiqiyyah Ngawi, serta Wali Talqin Shiddiqiyyah, Bapak Puryono.
Rumah Syukur tersebut diperuntukkan bagi Bagus, pemuda lulusan SMK yang selama kurang lebih empat tahun tinggal seorang diri di rumah yang tidak layak huni. Bagus merupakan yatim piatu. Ayahnya meninggal dunia karena stroke ketika Bagus hendak masuk TK, sedangkan ibunya meninggal karena menderita kanker payudara Bagus duduk di kelas III SMP.
Tambah Satu Unit, Yatim Piatu di Ngawi Terima Rumah Syukur dari OPSHID
Rumah Bagus juga berada sekitar 15 meter dari aliran Bengawan Madiun.
Dalam proses pembangunannya, kepedulian tidak hanya datang dari anggota OPSHID Ngawi. Keluarga dan masyarakat lingkungan sekitar turut bergotong royong membantu proses pembangunan rumah tersebut.
Meski peletakan Batu Syukur di Ngawi tidak dilakukan bersamaan dengan 58 unit lainnya, pembangunan tetap berjalan. Saat ini progres pembangunan telah memasuki tahap persiapan pemasangan atap.
Bagi OPSHID Ngawi, mundurnya waktu pelaksanaan bukan menjadi alasan untuk berhenti. Semangat untuk melaksanakan kebaikan justru menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan Rumah Syukur tahun ini.
Rumah Syukur sendiri merupakan program tahunan OPSHID dalam rangka mensyukuri Hari Sumpah Pemuda. Karena itu, pembangunan rumah tidak hanya dimaknai sebagai penyediaan hunian bagi penerima, tetapi juga sebagai wujud nyata rasa syukur melalui gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.
Di Ngawi, Rumah Syukur ke-59 ini menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Sebuah rumah yang lahir dari keputusan untuk tetap melangkah, meski dihadapkan pada keterbatasan dan tanggung jawab pembangunan lainnya.
Tidak harus serentak untuk menjadi satu dalam kebaikan. Yang terpenting adalah tetap lestari dalam kebaikan.
Penulis: Umamah OPSHID Media Ngawi
--------
Resonansi Pembaca adalah rubrik tulisan pembaca OPSHID Media. Apabila anda tertarik untuk mendaftarkan tulisan anda untuk mendapat peluang diterbitkan di OPSHID Media, berikut tata caranya:
1) Kirimkan file tulisan anda dalam bentuk lampiran file doc.
2) Sertakan data diri anda berupa: nama, alamat, dan no. hp.
3) Foto/gambar referensi dari tulisan, bila ada.
Kirim ke alamat email berikut: opshidmedia@gmail.com atau saadatush@opshid.net
- Di Antara Sekolah, Masjid, dan Rumah Syukur, Ada Pelajaran Tentang Kehidupan
- Tinggal di Kios Jahit, Kini Buchori Dapat Rumah Gratis
- Sempat Bimbang, OPSHID Ngawi Akhirnya Tetap Bangun Rumah Syukur
- Sehat Tentrem Dukung Pembangunan 59 Rumah Gratis OPSHID
- Syekh Mukhtar: Jaami'atul Mudzakkirin Pedoman Dan Jangkar Kehidupan
- Terdampak Penggusuran, Petugas Kebersihan Dapat Rumah Gratis OPSHID
- 3 Rumah Syukur Gratis OPSHID Malang Raya Target 21 Hari
- Rumah Gratis untuk Ojol Semarang
- Syekh Mukhtar Mu’thi: Rumah Gratis Shiddiqiyyah Wujud Amal Lestari yang Paling Dicintai Alloh
- Rumah Gratis OPSHID untuk Ludzfi, Lulusan Pondok yang Mengabdi Lewat BTQ