Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Tambah Satu Unit, Yatim Piatu di Ngawi Terima Rumah Gratis dari OPSHID

29 September 2026 09:00

Tambah Satu Unit, Yatim Piatu di Ngawi  Terima Rumah Gratis dari OPSHID

NGAWI — Program pembangunan Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah dalam rangka Tasyakkuran Hari Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya oleh OPSHID Front Ketuhanan Yang Maha Esa menambah satu unit rumah bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak. Tambahan satu unit ini, rumah dibangun untuk Nimas Bagus Imam Triantoro, pemuda berusia 20 tahun yang tinggal di Dusun Barahan, Desa Banjaransari, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi.

Bagus merupakan lulusan SMK yang sehari-hari bekerja serabutan. Di usianya yang masih muda, ia telah menjalani kehidupan seorang diri setelah kehilangan kedua orang tuanya. Ayah Bagus meninggal dunia karena penyakit stroke ketika Bagus hendak memasuki bangku TK. Setelah sang ayah meninggal, ibunya menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai tukang pijat untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Namun, ketika Bagus duduk di kelas 3 SMP, ibunya meninggal dunia akibat penyakit kanker payudara. Sejak saat itulah ia hidup di rumah peninggalan kedua orang tuanya. Sedangkan Kedua kakak perempuannya telah berkeluarga dan tinggal bersama keluarga masing-masing.

Tambah Satu Unit, Yatim Piatu di Ngawi  Terima Rumah Gratis dari OPSHID

Kondisi rumah Bagus, tampak dari belakang (Dok. Foto: OPSHID Media Ngawi)

Selama kurang lebih empat tahun, Bagus tingga di rumah yang sudah tidak layak huni. Kondisi bangunan rumah cukup memprihatinkan. Kayu-kayu pada bagian rumah telah lapuk akibat dimakan rayap. Sejumlah genteng juga mengalami kerusakan di berbagai sudut hingga berlubang.

Dengan kondisi ekonomi yang terbatas dan pekerjaan sebagai pekerja serabutan, perbaikan rumah secara mandiri menjadi hal yang tidak mudah dilakukan.

Kini, melalui program Rumah Syukur, kondisi tersebut perlahan akan berubah. DPD OPSHID Ngawi akan membangun satu unit rumah untuk Bagus sebagai hunian yang lebih layak dan aman. Tepat pada Senin , (28/09/26) prosesi peletakan batu pertama dilaksanakan. 

Pembangunan rumah ini menjadi bagian dari kepedulian OPSHID terhadap masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal. Rumah dibangun 100% gratis tanpa membebankan biaya sepeserpun pada penerimanya. Selain itu, Rumah Syukur tidak hanya dimaknai sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan. 

Penambahan satu unit rumah di Ngawi ini sekaligus membuat jumlah rumah yang telah dibangun OPSHID mencapai 59 unit. Program Rumah Syukur terus menjadi bagian dari gerakan sosial OPSHID dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Setiap rumah yang dibangun menjadi wujud gotong royong dan kepedulian agar semakin banyak masyarakat dapat memiliki tempat tinggal yang aman, layak, dan nyaman. (OPSHID Media)

Penulis:

Editor: Sa’adatush S.