ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
OPSHID Terjang Rintangan Demi Sukseskan Rumah Syukur, KODIM Sinergikan Positif
15 Oktober 2024 15:45
Melewati jalur pegunungan yang terjal dan penuh rintangan, OPSHID Probolinggo tak gentar menghadapi kesulitan. Berbekal keyakinan yang kuat dan semangat gotong royong, mereka berkomitmen memaksimalkan kinerja pembangunan Rumah Syukur.
Semangat ini memicu gelombang positif yang menarik perhatian Komando Distrik Militer (KODIM) di bawah Angkatan TNI AD, mereka ingin berkontribusi dalam program ini, menganggapnya sebagai gerakan sosial yang mencerminkan totalitas dalam mensejahterakan rakyat Indonesia.
MENEMBUS RINTANGAN, MENGUKIR HARAPAN
Dalam Tasyakkuran Sumpah Pemuda ke-96, OPSHID Probolinggo bersatu dalam misi mulia membangun Rumah Syukur di Dsn. Pojok, Desa Pandansari, Kec. Sumber, Probolinggo. Sebelumnya, OPSHID Probolinggo masih berkolaborasi dengan OPSHID daerah lain.
Empat bulan sebelum pembangunan, OPSHID bersama pengurus Organisasi Thoriqoh Shiddiqiyyah Probolinggo merancang konsep pembangunan. Perkiraan dana yang dibutuhkan mencapai 100 juta. Keberanian mereka membangun Rumah Syukur lahir dari kesadaran jiwa dan keyakinan bahwa program ini akan terwujud. Meski mayoritas anggota OPSHID di daerah pegunungan adalah petani dan tukang ojek sayur dengan penghasilan hanya 50-150 ribu rupiah per hari, namun mereka mampu memberikan manfaat bagi sesama.
Modal awal OPSHID Probolinggo hanya 15 juta rupiah dan terus meningkat seiring waktu. Bapak Supriyo, penanggung jawab pembangunan menegaskan kesiapan luar biasa relawan OPSHID, “Semua siap sesuai kemampuan, ada yang menyumbang 500 ribu hingga 1 juta. Alhamdulillah, setiap hari ada yang memberi. Bila ada yang kurang, tanpa diminta, pasti ada yang shodaqoh", tuturnya.
Para relawan yang tetap mencari nafkah, juga aktif dalam program ini. Mereka mengatur waktu dengan baik agar pembangunan berjalan efektif, sehingga dalam 40 hari rumah sudah bisa dihuni oleh penerima, "Pokoknya nggak kenal waktu, datang kapanpun pagi atau siang. Teman-teman dari daerah sini ikut setiap hari. Meski capek setelah dari kebun, saya tetap berangkat karena merasa bertanggung jawab. Alhamdulillah, tidak mengeluh, tetap lanjut, kadang ninggal pekerjaan lain, biar bisa ke Rumah Syukur”, ucap Supriyo penuh semangat.
Begitupun relawan dari kota, menunjukkan keseriusannya dengan membagi waktu dari pekerjaannya, “Kalau anggota OPSHID yang di kota itu kerjanya ada yang swasta. Rata-rata hadir itu bisanya Minggu. Namun ada juga yang cuti beberapa hari untuk ambil waktu bangun Rumah Syukur”, lanjut Supriyo.
Perjalanan dari kota menuju desa Pandan Sari memakan waktu 1,5 hingga 2 jam, dengan medan curam dan berkelok tajam. Kebanyakan, hanya yang berpengalaman di jalur tersebut yang bisa melaluinya. Supriyo, warga asli desa sana kerap berulang kali melewatinya untuk menjemput relawan ke rumah Syukur. "Relawan yang menginap di rumah, paginya saya antar ke lokasi. Yang rumahnya dekat bawa kendaraan sendiri. Kalau dari kota, biasanya ngehubungi saya. Kalau OPSHID ya nekat, meski belum terbiasa, mereka nggak takut sama medan sulit. Kalau gak kuat naik, ya didorong”, ucap Supriyo.
- Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus