ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Kristiana: Tonggak Untuk 4 Perempuan Penting Dalam Hidupnya
18 Oktober 2024 17:00

SLEMAN—Perempuan dalam sebuah keluarga kerap dinarasikan sebagai sosok yang mengurus berjalannya rumah tangga, sementara laki-laki umumnya berperan sebagai pencari nafkah. Tetapi dalam keluarga Kristiana (38), hanya ada 5 orang perempuan termasuk dirinya, dan tak ada seorangpun pria. Kristiana tinggal bersama kedua putrinya, ibu dan neneknya. Sebelas tahun mereka saling menguatkan untuk melalui ujian kehidupan yang datang silih berganti.
Kristiana merupakan orang tua tunggal bagi kedua putrinya, Inggrid dan Ara yang kini berusia 19 dan 10 tahun. Putri pertamanya, Inggrid sudah lulus SMA dan bekerja di pabrik percetakan. Adiknya dipanggil Ara, masih menempuh pendidikan Sekolah Dasar.
Sebelas tahun lalu, Kristiana membuat keputusan besar dalam hidupnya. Keputusannya berpisah dengan suaminya sudah sah secara hukum. Ya, putri kedua baru berusia sepuluh tahun, namun sudah sebelas tahun ia berpisah dengan suaminya, karena putri kedua ketika itu masih berusia beberapa minggu dalam Rahim. Bukan tanpa alasan, keputusan ini ia ambil dengan harapan bisa memulai kehidupan yang lebih baik bersama kedua putrinya. Semenjak saat itu, semua kebutuhan keluarganya berusaha dipenuhi seorang diri.
SOSOK PEREMPUAN TANGGUH
Kristiana hidup sebagai seorang ibu sekaligus ayah bagi kedua putrinya. Di setiap paginya, ia harus mengantar putri bungsu pergi ke sekolah kemudian bekerja di pabrik sarung tangan dari pukul 8 dan baru pulang antara jam sembilan sampai jam sepuluh malam, karena hampir setiap hari ia harus lembur. Ia bekerja di sana hampir sepuluh tahun lamannya. Penghasilannya 2 juta-an perbulan, standar UMR Sleman.
“Cukup gak cukup, ya gak cukup. Ya rezekinya segitu, ya gali lubang tutup lubang pasti ada. Cuman ya sudah harus jalanin aja mbak. Kita masih bisa kerja dekat rumah sudah sangat bersyukur”, ujar Kristiana.
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon