ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Eka Yuliansyah: Perjuangan Warga Jombang Rawat Anak Pengidap Thalasemia
19 November 2025 07:00

Malam itu, sekitar tahun 2019 ruang tunggu pasien di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya menjadi saksi perjuang seorang ayah menatap nanar sang buah hati yang terbaring lemah di ruang IGD.
Malam itu menjadi momen pertama kali bagi Eka dan istri mengetahui penyakit yang diderita putri pertamanya selama ini. Medis menyebutnya Thalasemia kelainan sel darah merah. Tak hanya sang kakak, dokter curiga penyakit itu juga menyerang Fauzan, putra kedua Eka.
“Saya sudah lemas, sudah nggak kuat ngapa-ngapain, gimana ini anak saya yang pertama Viola belum sembuh, kok malah anak yang satunya lagi mau diperiksa, saya sudah nggak kuat. saya menyerah.” terang Eka menceritakan kejadian saat itu.
ANAKKU MENGIDAP THALASEMIA
Eka Yuliansyah (43) seorang ayah dari ke empat anaknya, Viola (21), Fauzan (13), Yasa (6), dan Marzia (3). Istrinya bernama Herlina (42). Eka berasal dari Cirebon Jawa Barat. Pada tahun 2016 Eka berniat menyekolahkan kedua anaknya Viola dan Fauzan di Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Bannat (THGB) lembaga pendidikan yang ada di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, yang berada di Ploso, Jombang, Jawa Timur.
Saat itu Viola masuk di kelas 7 dan Fauzan masuk di Taman Kanak-Kanak (TK), mengetahui sang buah hati seringkali sakit-sakitan membuat Eka dan Herlina mencari hunian sementara di Ploso agar bisa menemani anak-anaknya menempuh pendidikan.
Kala itu, Eka dan Herlina berbagi tugas. Herlina fokus merawat anak-anak, sedangkan Eka merantau ke Jakarta untuk bekerja memenuhi kebutuhan keluarga.
Baru beberapa bulan bekerja, Eka mengalami kecelakaan. Musibah ini bermula saat ia menjadi kernet di salah satu bus umum, Eka mengalami kecelakaan yang cukup parah. Kaki dan bahunya patah, membuatnya tidak bisa bekerja karena harus menunggu pemulihan yang cukup lama.
Berbulan-bulan tidak bekerja membuat ekonomi keluarga turun derastis. Ditambah sang buah hati sering sakit dan berkali-kali dibawa ke Rumah Sakit, yang tentunya juga membutuhkan biaya.
Dari kecil kedua anaknya; Viola dan Fauzan memang sering sakit-sakitan, jika dilihat dari pertumbuhan fisiknya, tumbuh kembang Viola dan Fauzan tidak seperti teman sebayanya. Kulitnya terlihat pucat, tampak letih, dan perutnya membuncit. Sebagai orang tua, Eka dan Herlina sering membawa kedua anaknya ke Rumah Sakit, bahkan bagi Viola dan Fauzan Rumah Sakit bukanlah tempat yang asing, jarum suntik dan obat-obat bagaikan teman dalam perjalanan hidupnya.
Eka dan Herlina pernah merasa curiga dengan pertumbuhan anaknya, tapi kata dokter kala itu mengatakan Viola sakit cacingan, paru-paru dan bronkitis. Obat-obatan yang dianjurkan-pun selalu dikonsumsi secara rutin, namun tetap saja tidak ada perubahan yang signifikan.
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan