ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Mulyana: Berkah Rumah Roboh di Malam Takbiran
21 Juli 2024 19:09

CIREBON – Peristiwa menyedihkan yang terjadi di momen besar sering kali dianggap mengandung hikmah besar di baliknya atau diyakini bahwa Alloh Ta'ala mempunyai rencana yang lebih baik untuh hambanya. Seperti itulah yang dialami Mulyana (38) bersama istrinya, Eli (39), dan anaknya, Jaya (9). Rumah yang ditinggali roboh pada malam hari raya Idul Fithri lalu.
Mulyana merupakan seorang buruh harian lepas, penghasilannya tak lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya. Istrinya, Eli tidak bekerja, kesehariannya mengurus rumah dan putranya yang kini berada di bangku Sekolah Dasar tingkat 4, "Saya bekerja sebagai buruh harian lepas, untuk kebutuhan sehari-hari ya... dicukup-cukupkan,” ucap Mulyana.
Sejak dulu, rumah yang ditinggali keluarga Mulyana sangat memprihatinkan, terutama bagian atapnya yang sudah lapuk dan rapuh. Tanpa diduga tepat pada malam takbir, malam yang seharusnya penuh kebahagian itu berubah memilukan. Atap rumah yang kian rapuh, kini runtuh. “Badannya rapuh dan atap kamar kayunya juga lapuk, rapuh, terus runtuh itu”, kata Mulyana.
Syukur Alchamdulillah waktu kejadian, Mulyana sekeluarga sedang berada di luar rumah. Namun tak bisa dipungkiri, perasaan sedih Pak Mulyana melihat rumah satu-satunya yang dimiliki kini runtuh di malam hari raya Idul Fithri, “Sedih, kaget, dan berpikir bagaimana cara membangunnya ini”, ujar Mulyana.
“Alchamdulillah di malam itu penghuni rumah sedang tidak ada dalam rumah, jadi tidak ada korban jiwa, korban luka pun tidak ada. Kemudian dari tetangga ikut membantu membersihkan puing-puing, jadi tetangga ini pertolongan pertamanya,” cerita Muhammad Aji Siswandi, warga Shiddiqiyyah setempat.
Sembari memikirkan solusinya, Mulyana memutuskan untuk tinggal sementara di rumah saudara yang tak jauh dari rumahnya, “Alchamdulillah punya saudara yang tinggal dekat dari situ, jadi sementara Pak Mulyana tinggal di rumah saudaranya, dan masih terjangkau jaraknya untuk Pak Mulyana bersih-bersih dan segala macam,” lanjut Aji.
Atas Berkat Rochmat Alloh Yang Maha Kuasa, Organisasi Shiddiqiyyah yang mendengar kabar tersebut cepat tanggap melakukan survey dan tak lama kemudian memutuskan agar sesegera mungkin merenovasi rumah Mulyana, “Akhirnya dapet keputusan dari pusat untuk segera direnovasi. Bahkan berita ini terdengar langsung oleh Sang Mursyid. Dawuh beliau ‘Shiddiqiyyah membangun rumah itu yang kokoh, yang kuat, dan barokah’, akhirnya kita laksanakan. Sambil berjalannya waktu, sumbangan pun juga semakin banyak dari beberapa warga,” terang Aji.
Berawal dari rasa kemanusiaan yang timbul dari inisiatif Jama'ah Thoriqoh Shiddiqiyyah, munculah kebaikan-kebaikan lain selama proses pembangunan rumah berlangsung. "Alchamdulillah banyak yang bantu, ada yang ngasih bata, terus juga mantan bosnya Pak Mulyana nyumbang semen".
Meski pembangunan dimulai lebih awal karena situasi darurat, pembangunan rumah Mulyana dikategorikan dalam rangka mensyukuri nikmat kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya NKRI ke 79, “Alchamdulillah saya sangat bahagia dan bersyukur”, ungkap Mulyana.
Dari situasi yang tak terduga sampai kepada situasi yang berbahagia, Mulyana menyampaikan harapannya terhadap program Rumah Syukur ini, “Terima kasih kepada Bapak Kyai Thoriqoh Shiddiqiyyah dan warga Shiddiqiyyah, semoga para relawan dilancarkan rezekinya dan bisa lestari pembangunan setiap tahunnya.”
Semoga pembangunan Rumah Syukur yang tengah dibangun mejadi hunian yang lebih kuat dan kokoh, sehingga dapat menciptakan kebahagiaan baru bagi Mulyana sekelurga dan kemanfaatan yang lebih luas kedepannya. (OPSHID Media)
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan