ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Eka Yuliansyah: Perjuangan Warga Jombang Rawat Anak Pengidap Thalasemia
19 November 2025 07:00
PERTOLONGAN ALLOH DATANG DI WAKTU YANG TEPAT
Di tengah kondisi itu, Eka juga harus berfikir bagaimana ia akan membayar biaya Rumah Sakit, sedangkan uang yang ia miliki tidak cukup. Di saat Eka benar-benar pasrah dengan keadaan yang menimpanya, di situlah Tuhan memberikan bantuan. Semua biaya rumah sakit Viola dan Fauzan bahkan biaya operasi Viola dibiayai oleh Ketua Umum Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) Bapak Moch. Subchi Azal Tsani.
“Saya waktu itu disuruh tanda tangan sama perawat, saya takut gimana ini kalau diminta bayar rumah sakit pasti mahal soalnya pakai mandiri, tapi ternyata saya cuma disuruh tanda tangan karena kata perawatnya biaya rumah sakit sudah lunas semua. Ternyata pas saya tanya siapa yang bayarin, yang bayarin mas Bechi lewat mbak-mbak dan mas-mas RST”, ungkap Eka
“Mas Bechi itu belain bener-bener mbak, padahal saya tau sendiri sekali ke kasir dua juta, tiga juta. Saya cuma bisa mlongo bae nggak punya uang soalnya. Semua biaya rumah sakit itu dibiayain bahkan operasinya Viola habis puluhan juta juga dibayarin. Mas Bechi itu nggak mau kalau anak didiknya sakit, harus sehat. Untung ada Mas Bechi, kalau nggak udah nggak tau nasib anak saya gimana. Mau minta tolong keluargapun juga nggak bisa bantu soalnya nggak punya uang sebanyak itu. Makanya saya itu udah utang dua nyawa sama mas Bechi” tambah Eka dengan mata berkaca-kaca.
Setelah pulang dari RS Dr. Soetomo Viola dan Fauzan harus tetap rawat jalan. Dengan didampingi oleh tim RST, Viola harus kontrol setiap satu minggu 5 kali. Karena hal itu, Eka memutuskan untuk menetap di Ploso dan tidak merantau ke Jakarta lagi. “Setelah kejadian Viola sakit itu saya memutuskan untuk menetap di Ploso, nggak tau disini mau jadi apa wes pokoknya netap aja disini, soalnya harus disini teruskan. Viola kontrolnya seminggu 5 kali, jadi bisa dibilang setiap hari. Jadi ya nggak bisa balik kerja ke Jakarta” ungkap Eka.
Eka berusaha untuk mencari pekerjaan di sekitar Ploso untuk menyambung hidupnya bersama keluarga. Ia bekerja sebagai tukang bangunan. Namun karena uang yang didapat hanya cukup untuk makan sehari-hari, membuat Eka terlambat membayar kontrakan. “Saya itu udah kayak kucing manak, pindah-pindah terus sampai udah pindah kontrakan ke tujuh ini. Inipun kontrakannya dibayarin sama teman-temannya Viola”. ungkap Eka.
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus
- Sang Merah Putih Dan Makna Agung Dibaliknya