ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Arifin: Menyusuri Hiruk Pikuk Kota Dengan Becaknya
04 Juli 2024 17:00
JOMBANG - Belasan tahun mengarungi kehidupan di tengah deru lalu lintas kota. Meski berbagai rintangan menghadang, semua ditempuh demi melepaskan diri dari jeratan kemiskinan. Inilah potret nyata Bapak Zainal Arifin, yang tergabung dalam komunitas sedulur becak Sehat Tentrem (ST).
Akrab dengan sapaan Pak Arifin (53), kepala keluarga yang berasal dari Candimulyo, Jombang. Sedari dulu, beliau menghuni rumah peninggalan orang tuanya. Namun, rumah yang menjadi tempat pulang dari penatnya hari-hari beliau, kini terpaksa direlakan, sebab ditempati oleh keluarga adiknya. Padahal Arifin sendiri, belum memiliki rumah. Tak ada pilihan lain, dengan keterbatasan modal, beliau mencari tempat tinggal.
Setahun sudah terlalui, Arifin dan istrinya, Nur Kholifah (57) tinggal di rumah kontrakan yang cukup sederhana di Kedung Macan, Jombang. Sementara anaknya yang sudah menikah, kini menetap di Surabaya.
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Arifin harus banting tulang mencari penghasilan. Berbagai upaya beliau lakukan untuk bertahan hidup.
Sejak tahun 2007, Arifin mulai bekerja sebagai tukang becak. Dari awalnya menggunakan becak manual, kini beralih ke becak motor. Beliau menarik penumpang mulai pagi sampai malam hari di kawasan terminal lama, Jombang.
Arifin tidak pernah menetapkan tarif pelanggan. Berapapun hasil yang diperoleh dalam sehari, merupakan rezeki yang harus disyukuri. "Saya gak bisa menentukan harganya, karna terlalu menekan. Jadi seikhlasnya pelanggan, dikasih berapa ya diterima. Rezekinya rok rok asam (tidak menentu—red), mulai dari 50-150 ribu. Kadang ada kadang nggak ada. Ya disyukuri saja", ungkap Arifin.
Banyaknya angkutan online yang beroperasi menyebabkan turunnya penghasilan dari menarik becak saat ini. Sehingga Arifin mencari sumber pendapatan lainnya. Di sela-sela bekerja, Arifin mengumpulkan barang-barang bekas, "kalau ngerosok (memulung sampah—red) gini, biasanya di toko pinggir jalan. Dikumpulkan, lalu ditukarkan ke juragan rongsoknya", terang Arifin.
Arifin juga menjalani profesi sebagai pengamen badut. Beliau mengelilingi pengendara di sekitar lampu lalu lintas. Dengan gigih, beliau mencari nafkah hingga menjelang petang. "Kalo ngamen dapat sekitar 80-100 ribu", ucap Arifin.
Banyak hambatan yang ditemukan ketika ngamen. Arifin sering mendapat ancaman dari SATPOL PP. "Minggir, minggir, nek gak minggir tak gowo nang kantor (kalau tidak minggir, saya bawa ke kantor—red)", tutur Arifin.
Karenanya, beliau sering merasa tertindas. "Nyambut gawe angel, malah tambah diangeli (bekerja sudah sulit susah, malah tambah dipersulit—red). Ini segi olah pemerintahan sekarang. Saya kan orang kecil, kepengen cari nafkah, kepengen hidup, sama-sama bangsa", Arifin berkeluh kesah.
Pendapatan yang kurang tercukupi seringkali membuat Arifin merenung, "saya berfikir, selanjutnya bagaimana ya? besok kerja apa?".
Di balik ketabahan dalam perjuangannya, terselip doa dan cita-cita Arifin, "Mudah-mudahan rezeqinya lancar. Jika Alloh meridhoi, hidup masio ndelik nang endi ae (meskipun bersembunyi dimana saja—red) dalam keadaan masih kecukupan. Dan kepengen punya rumah, sambil berdoa dan berusaha dikit-dikit."
Tags
Tukang becak ST
Komunitas Sedulur Becak ST
Pengamen Badut
Pak Zainal Arifin
Jombang
PT. Sehat Tentrem Jaya Lestari
Santunan ST
BPJS Ketenagakerjaan
Bapak M. Subchi Azal Tsani
Shiddiqiyyah
Penulis: Jauharotun Naaja
Editor: Sa’adatush S.
Berita Terkait
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus
- Sang Merah Putih Dan Makna Agung Dibaliknya