ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Eka Yuliansyah: Perjuangan Warga Jombang Rawat Anak Pengidap Thalasemia
19 November 2025 07:00
Sampai suatu hari, Hendri dan Rozi bersama beberapa teman Viola yang lain mendatangi kontrakan Viola. kedatangan itu membawa kabar yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan oleh Eka maupun Herlina. Hendri menyampaikan niat kedatangannya bersama teman-teman hendak membangunkan Viola rumah dalam rangka mensyukuri Hari Sumpah Pemuda ke-97.
Mendengar ucapan teman Viola itu, Eka dan Herlina tertegun. Tentu mereka terkejut, pasalnya yang mendatangi mereka adalah teman Viola, anak-anak yang masih sekolah di pendidikan Maqooshidul Qur-aan (MQ) dan Al Isti'daadu Lil Maqooshidil Qur-aan (IMQ) jenjang pendidikan yang ada di Pesantren Shiddiqiyyah. Eka dan Herlina juga hampir tidak percaya karena sepengetahuan mereka, salah satu syarat bisa menerima Rumah Syukur harus memiliki tanah atas nama pribadi. Sedangkan Eka tidak punya tanah.
“Waktu denger mau dibangunkan rumah itu kaget, teman-teman Viola sendiri yang datang ke sini, mereka masih sama-sama sekolah seperti Viola kok mau bangunkan rumah. Awalnya ya nggak percaya karena saya juga nggak punya tanah, jadi nggak mungkin, pikir saya." terang Herlina.
Teman-teman Viola meyakinkan meskipun Eka tidak memiliki tanah, mereka siap akan mencarikan tanah dan akan membangunkan Rumah Syuur untuk keluarga Viola.
“OPSHID itu di luar prediksi, kadang kalau bantu orang yang rumahnya hampir ambruk itukan setidaknya masih mending karena setidaknya ada tanahnya. Lah saya nggak punya tanah nggak punya apa-apa tapi dibangunin rumah sampai jadi sekalian sama tanahnya lagi. Jadi mau ngomong terima kasih juga kok kayak kurang sopan. Tapi gimana lagi, saya juga nggak bisa balas apa-apa, cuma bisa bilang terima kasih banyak, banyak, banyak", ungkap Eka.
"Semangatnya itu luar biasa, saya lihat sendiri pas malam –malam pernah kesana, semangat banget badan kotor semua tapi karena belain kita biar bisa punya rumah tetap dikerjain meskipun malam-malam . Pokoknya nggak bisa diungkapkan dengan kata-katalah selain matur suwun sanget”, tambahnya dengan penuh haru.
“OPSHID itu menolong orang tanpa pandang bulu, nggak pandang agama, kalau sekiranya orang tersebut memang butuh bantuan pasti dibantu, contohnya saya ini pendatang, dan nggak punya tempat tinggal juga tetap dibantu dapet Rumah Syukur," tambah Herlina.

Kini, rumah untuk Viola telah rampung dibangun dan telah diserah terimakan kepada Eka beserta keluarga pada hari Kamis, 6 November 2025 lalu. Semoga, setelah mendapat Rumah Syukur tersebut, Eka beserta keluarga bisa menjalani kehidupan lebih baik, lebih nyaman dan tentram.
Terlebih lagi, semoga Rumah Syukur ini bisa membersamai proses pertumbuhan anak-anak Eka dan Herlina, utamanya bisa menjadi obat bagi Viola dan Fauzan yang saat ini masih dalam proses penyembuhan melalui rawat jalan. Semoga Alloh menyembuhkan penyakit Viola dan Fauzan agar mereka bisa menjalai hidup seperti teman-teman sebayanya. (OPSHID Media)
- Putiah: Puluhan Tahun Jual Jamu Keliling, Baru Kini Rasakan Rumah Yang Layak
- Syukuri Tahun Baru 1448 Hijriyyah di Grobogan, Sang Mursyid Ungkap Hikmah Dibaliknya
- Pilar Syukur Dalam Lima Proyek Khususul Khusus Shiddiqiyyah
- Rumah Jadi Dalam 12 Hari, Ini Rahasia Percepatan Pembangunan di Kudu, Jombang
- Dari Zona 1 untuk Khususul Khusus: Ketika Satu Excavator Membawa Pesan Besar
- Bantuan Rumah Gratis di Tanggamus, Wujud Syukur Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Shiddiqiyyah Bangunkan Rumah Untuk Orang Tua Tunggal di Pati
- Optimisme Atau Nasionalisme Buta? Mengkaji Ulang Makna Cinta Tanah Air
- Tantangan Ekonomi Tak Jadi Penghalang Warga Shiddiqiyyah Bangun Rumah Syukur di Lampung Tengah
- Sambut Kemerdekaan Indonesia, 2 Unit Rumah Syukur Dibangun di Semarang