ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Kristiana: Tonggak Untuk 4 Perempuan Penting Dalam Hidupnya
18 Oktober 2024 17:00

Beberapa bulan terakhir adalah masa yang sulit bagi Kristiana dan keluarganya. “Kalau untuk akhir-akhir ini memang sangat-sangat min sekali karena anak yang besar kebetulan sakit, belum selesai adiknya kecelakaan dan simbahku jatuh. Baru dikasih ujian. Seperti itu jadi ya, untuk beberapa bulan ini memang sangat di bawah”, tutur Kristiana.
Ketika putri pertama hampir lulus dari SMA, ia didiagnosa kista bartholin hingga membutuhkan perawatan serius. Meski sudah menjalani operasi, dokter menyatakan adanya peluang kambuh minimal terdekat empat bulan dan jangka seterusnya pasti ada.
Belum selesai dengan pengobatan putri pertama, si bungsu tiba-tiba mengalami kecelakaan, tertabrak pengendara motor. Kejadiannya 7 Agustus 2024, dua hari kemudian menjalani operasi karena tulang dadanya retak hingga pendarahan di paru-paru.
Meski akibat kecelakaan itu cukup parah, rupanya Ara berusaha menutupinya. “Tidak mau membebani ibunya, takut namanya sedih. Takut kalau akunya nanti jadi drop gitu. Gak apa-apa kok, gak apa-apa kata anak saya”, Kristiana bercerita.
“Aku pulang kerja, dikasih tahu sama saudara. Tadi ada kecelakaan, tapi gak apa-apa katanya. Pas malamnya, sekitar jam 9, tak raba semua waktu dia udah ketiduran. Ternyata disini (dada) ada benjol”, lanjutnya.
Perasaan bersalah tergurat di wajah Kristiana, ketika menceritakan keputusannya menunda pengobatan hingga pagi menjelang. Dikarenakan untuk mendapatkan pengobatan yang tercover BPJS, harus menunggu esok paginya ketika Puskesmas setempat sudah beroperasi dan mendapatkan surat rujukan Rumah Sakit.
Ditemani putri pertamanya, Kistiana terus mencari pelaku tabrak lari untuk meminta pertangungjawaban berbekal cerita saksi di tempat kejadian, “Aku minta pertanggungjawabannya, ternyata katanya dia juga gak mampu”, tutur Kristiana.
Kristiana mengambil tindakan, ia membuat laporan ke Polres untuk mencairkan dana Jasa Raharja guna meringankan biaya operasi. Untuk itu diperlukan tanda tangan kedua belah pihak, namun pelaku selalu mangkir dari panggilan sehingga untuk mempercepat pengobatan anaknya, Kristiana mengusahakan biaya mandiri sembari tetap mengurus Jasa Raharja.
Putri bungsu belum pulih, nenek Kristiana juga jatuh sakit. Tubuhnya sudah tidak lagi bugar di usia 93 tahun. Tulang pahanya patah karena jatuh ketika hendak berdiri. Usaha keluarga untuk mencari pengobatan nyatanya tidak banyak membantu, karena tidak memungkingkan dilakukannya operasi.
Kristiana juga tinggal bersama ibunya, yang baru-baru ini jatuh sakit. Ibu Kristiana punya riwayat darah tinggi sampai hampir stroke. Syukur, kini keadaanya sudah membaik.
Untuk merawat ibu dan neneknya, kerabat Kristiana juga ikut membantu, apalagi ketika Kristiana sedang bekerja. “Semenjak sakit memang saya bilang ke saudara, minta pertolongan ikut rawat karena saya kan nggak bisa stand by ngurus. Jadi Pak Lek yang bantu, anak kedua simbah”, ungkapnya.
Di tengah kesulitan, keluarga ini tetap saling menguatkan. Apalagi kedua putrinya berusaha menjaga perasaan Kristiana. “Dia yang nguatin, aku bisa ngelewatin semuanya itu karena anak-anak. 'Udah, nggak apa-apa, bu'”, begitu ucapan si bungsu kepada ibunya. “Nyatanya kita bisa kok. Mau nggak mau harus bangkit. Karena aku punya mereka gitu. Kemarin yang terberat aja udah bisa aku lewatin masak hal kecil nggak bisa sih”, kalimat yang selalu Kristiana ucapkan untuk menguatkan dirinya.
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon