ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Daricih : Harapan Hidup Layak di Metropolitan Terkabul Melalui Tangan OPSHID
24 Oktober 2025 07:00
Jakarta Utara - Daricih lahir di Indramayu pada tahun 1978. Masa kecilnya diwarnai kesederhanaan dan kehidupan khas pedesaan pesisir utara Jawa Barat. Sejak kecil, ia hidup bersama kakaknya.
Namun, ketika beranjak dewasa dan memutuskan merantau ke Jakarta, kabar sang kakak hilang begitu saja. Sejak itu, Daricih tak pernah lagi mengetahui keberadaan kakaknya, hanya menyimpan do'a agar sang kakak senantiasa dalam lindungan Alloh Ta’ala.
Perjalanan hidup Daricih remaja penuh dengan perjuangan. Ia meninggalkan kampung halaman dengan berbekal tekad kuat, membawa harapan sederhana: mencari rezeki untuk bertahan hidup.
Di usia belasan tahun ia memilih merantau ke Jakarta dengan harapan bisa memulai kehidupan yang lebih baik meski harus putus sekolah. Kurang lebih usianya saat itu masih 16 tahun. Keputusan untuk meninggalkan kampung halaman bukanlah hal yang mudah. Namun desakan ekonomi keluarga mendorongnya untuk mencari penghidupan di kota Metropolitan, Jakarta.
Pekerjaan pertamanya adalah sebagai pembantu rumah tangga. Ia bekerja membantu pekerjaan rumah orang lain sambil belajar menyesuaikan diri dengan kerasnya kehidupan kota Metropolitan. Pekerjaan itu dilakoni dengan penuh keuletan, meski dengan keterbatasan dan rindu kampung halaman.
Tak lama kemudian, tetangga Daricih mengajaknya bekerja di sebuah perusahaan konveksi sebagai tenaga pembantu bagian produksi; membantu penjahit, menyiapkan bahan, dan mengatur perlengkapan kerja.
Setelah hampir 20 tahun bekerja di konveksi, Daricih memutuskan mengundurkan diri lantaran upah selama 3 bulan tak kunjung diberikan, kini ia hanya mengandalkan upah dari suaminya. Sejak saat itu, Daricih belajar arti ketabahan dan kenyataan bahwa kerja keras tidak selalu sejalan dengan hasil yang diharapkan. Meski demikian, ia tak pernah menyesal. Baginya, setiap langkah adalah pengalaman berharga yang mendidik hati untuk lebih kuat dan sabar.
MENEMUKAN PASANGAN HIDUP DAN MEMILIKI KELUARGA KECIL
Tahun 1995 ketika usianya baru menginjak 17 tahun, takdir mempertemukan Daricih dengan Trihadi, seorang lelaki asal Jakarta yang juga dikenal ulet dan pekerja keras. Ia mencoba berbagai pekerjaan, sampai pada akhirnya selama 3 tahun terakhir ia menekuni pekerjaannya sebagai tukang ojek online.
Dari pernikahan itu, Daricih dikaruniai tiga orang anak. Dua di antaranya sudah menikah dan memiliki keluarga sendiri, sementara si bungsu yang berusia dua puluh tahun masih tinggal bersamanya. Dalam kesederhanaan hidup, keluarga ini tumbuh dalam kasih dan do'a.
Sejak awal menikah, Daricih dan suami berpindah-pindah tempat tinggal dari satu kontrakan ke kontrakan yang lain, sampai akhirnya pada tahun 2007 sampai sekarang ia tinggal bersama mertua, Ibu dan Bapak sambungnya.
- Chrinsesia: Ditinggal Wafat Sang Suami, Rumah Syukur Pertama Menjejak di Tanah Papua
- Surat Terbuka Yang Tidak Dibuka: Catatan Tentang Paket Rahasia Sehat Tentrem
- Suliyastiningsih: Rumah Syukur yang Mengubah Air Mata Menjadi Senyuman di Kaki Gunung Arjuno
- Perjalanan Spiritual Dalam Mencari Makna Di Balik Kretek Sehat Tentrem
- Martono: Buruh Sampah Yang Dapat Rumah Gratis
- Eksperimen Kretek Untuk Penyembuhan - Catatan Pribadi Dokter Hewan Tentang Sehat Tentrem
- Putiah: Puluhan Tahun Jual Jamu Keliling, Baru Kini Rasakan Rumah Yang Layak
- Syukuri Tahun Baru 1448 Hijriyyah di Grobogan, Sang Mursyid Ungkap Hikmah Dibaliknya
- Pilar Syukur Dalam Lima Proyek Khususul Khusus Shiddiqiyyah
- Rumah Jadi Dalam 12 Hari, Ini Rahasia Percepatan Pembangunan di Kudu, Jombang