Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Daricih : Harapan Hidup Layak di Metropolitan Terkabul Melalui Tangan OPSHID

24 Oktober 2025 07:00

Daricih : Harapan Hidup Layak di Metropolitan Terkabul Melalui Tangan OPSHID

UJIAN DAN PERJUANAGN KEHIDUPAN 

Rumah yang kini ditempati adalah warisan dari almarhumah ibu kandung Daricih. Sang Ibu meninggal dunia pada tahun 2022. Rumah ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang kekeluarga Daricih. Awalnya, rumah ini diperoleh karena pernikahan sang ibu yang dijodohkan dengan pria yang kemudian menjadi bapak sambung Ibu Daricih. Setelah bapak sambungnya wafat, rumah itu menjadi hak waris bagi keluarga mereka.

Rumah Daricih sebelum dibangun OPSHID

Rumah yang dulu menjadi tempat berlindung Daricih bersama keluarga kini tampak jauh dari kata layak huni. Atapnya rendah, bocor di mana-mana, dan banjir setial musim hujan. Ukuran rumah sekitar 3x8 meter, terasa sempit karena dihuni untuk bertiga bahkan pernah berenam.

Pernah suatu waktu, rumah Daricih diterjang banjir yang berakibat perabotan rumahnya basah. Tak terkecuali kasur yang harus dijemur selama 2 bulan lamanya namun tak kunjung juga kering. Semua dijalani Daricih dengan sabar, karena baginya, rumah kecil itu tetap menjadi tempat pulang dan berlindung. 

Sekitar sebulan terakhir, ia berhenti bekerja karena perusahaan tempatnya bekerja mengalami kesulitan dan tutup. Kini, beban ekonomi keluarga hanya dipikul oleh sang suami sebagai ojek online. Kalau dulu kerja, tiap hari pulang malam. Sekarang ya berhenti, capek juga. Tapi Alchamdulillah, masih ada rezeki dari bapaknya anak-anak. Kami jalanin aja, seadanya, seikhlasnya,” ujarnya lirih.

Meski hidup sederhana, Daricih tidak pernah kehilangan rasa syukur. Ia selalu menganggap mertua seperti ibunya sendiri. Ia merasa bahwa kehadiran keluarga suami dan rumah peninggalan sang ibu merupakan nikmat yang besar.

KETIKA DOA TERJAWAB, RASA SYUKUR TAK TERKIRA

Kehidupan sederhana itu kemudian berubah ketika Alloh mengirimkan pertolonganNYA melalui tangan orang-orang baik. Ia tidak menyangka akan mendapat bantuan pembangunan rumah dari Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID).

Seneng banget, seneng banget bener, ya Alloh. Padahal saya itu gak bisa ngebangun, bisanya cuma doa. Tabungan aja gak punya, tapi Alloh kirim orang-orang baik yang bangunin rumah saya. Sampai saya gak bisa tidur pas dibilang mau dibangun. Senengnya gak berhenti-henti, saya bersyukur banget,” ungkapnya penuh haru.

Rumah yang dulu bocor dan banjir kini berubah menjadi tempat tinggal yang layak. Baginya, itu bukan hanya bantuan material, tapi jawaban dari doa panjang yang selama ini ia panjatkan setiap selesai shola dhuha. Ia pernah berkata kepada anggota OPSHID yang datang survei.

Kalau nggak gol pun saya ikhlas, yang penting bapak-bapak mau datang shillaturochmi. Tapi saya tetap berdoa setelah sholat, semoga Alloh tunjukkan lagi jalan ke sini, dibantu untuk datang kesini lagi.”

Dan doa itu benar-benar dijawab. Rumahnya dibangun, mimpinya diwujudkan.

Kini, setiap kali memandangi rumah barunya, Daricih tak henti-hentinya mengucap syukur. Ia tahu, tanpa pertolongan Alloh melalui para relawan OPSHID, ia tidak akan pernah mampu memperbaikinya sendiri. “Uang buat makan aja pas-pasan, boro-boro buat bangun rumah. Tapi Alloh kirim orang baik. Itu rezeki yang luar biasa,” ucapnya sambil menahan haru.

Ia tidak memandang bantuan itu sebagai sekadar proyek sosial, tapi sebagai bukti nyata kasih sayang Alloh yang hadir melalui tangan hamba-hambaNya.

Semoga keluarga OPSHID, para relawan semuanya diberi kesehatan, kelancaran rezeki, dan dimudahkan usahanya. Semoga selalu dalam lindungan Alloh, dimudahkan proses pembangunannya di manapun berada,” tutup Daricih penuh doa. (OPSHIDMedia)

Penulis: Kholidah

Editor: Nuraida