Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

OPSHID Terjang Rintangan Demi Sukseskan Rumah Syukur, KODIM Sinergikan Positif

15 Oktober 2024 15:45

OPSHID Terjang Rintangan Demi Sukseskan Rumah Syukur, KODIM Sinergikan Positif

Pengangkutan material pembangunan pun harus melewati jalan yang menantang, "Kami pakai motor trail dengan gear besar biar kuat. Ada sekitar 10 relawan yang bolak-balik ke kali untuk ambil batu. Jalannya makadam, rusak, dan berbatu besar. Mereka bisa sampai 15 kali angkut batu sampai pick up penuh. Saya yang bawa pick up-nya, biasanya 6 kali naik-turun bawa material”, cerita Supriyo. 

20241015_073257.webp (4.72 MB)

Pernah terjadi insiden saat pengangkutan batu. Mobil bermuatan mogok di tanjakan curam karena beban berat dan kemiringan jalan.

“Muatannya sampai 2 ton, nggak bisa ngangkat di tanjakan. Agak panik juga, jadi minta tolong saudara yang lewat. Akhirnya didorong bersama. Dibilang sulit ya memang, terutama tantangan medannya itu. Alchamdulillah pasti diberi kelancaran sampai selesai", jelas Supriyo.

Sebagian kayu yang mereka gunakan juga diambil dengan penuh usaha. Relawan harus turun menebang kayu di kebun lereng gunung milik individu yang ditawarkan kepada OPSHID. Karena ukuran kayu yang panjang dan mobil tidak bisa turun, mereka memikulnya bersama-sama ke pick up di atas jalan.

“Ada yang nawarin kayu, karena bagus ya kami gunakan. Ngangkut kayu, jalan kaki naik turun nanjak. Kalau kayu siap digergaji, saya hubungi teman-teman OPSHID, alchamdulillah, semuanya langsung datang keesokan paginya," ucap Supriyo, menunjukkan kesiapan tim OPSHID.

Keawetan rumah bergantung pada kualitas material yang digunakan. Mereka memilih bahan berkualitas tinggi, memastikan setiap material memenuhi standar terbaik. "Material itu pakai berkualitas semua yang bagus. Tidak setengah setengah, agar rumah layak digunakan dalam jangka Panjang", terang Supriyo. 

Penulis: Jauharotun Naaja

Editor: Nuraida