ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Asep: Relakan Rumah Untuk Keluarga, Dapat Ganti Lebih Baik
15 Juli 2025 16:59

Sekitar 6 tahun lalu jalan baru telah terbuka, jalan yang hadir dari sebuah pengorbanan serta ketabahan. Mungkin bukan sesuatu yang besar untuk beberapa orang, tapi bagi mereka itu sebagian dari kehidupan.
Desa Cimaja, Kec. Cikakak, Kab. Sukabumi. Asep Nurdiansyah (47) bersama dengan anak istrinya, terpaksa harus angkat kaki dari rumah mereka, karena salah seorang saudara dari istrinya memutuskan untuk 'mengambil alih' rumahnya. Perselisihan pun terjadi, rumah yang secara resmi milik istri Asep harus berpindah tangan.
“Datang dari Bogor pindah ke kampung, mengakui rumah itu bahwa miliknya dia, padahal menurut orang tua (dari istrinya—red), sudah ngga ada hak dia,” kata Asep.
Masalah keluarga itu makin besar dan tak kunjung menemui titik terang, dan umumnya kampung maka bisingnya masalah itu dengan cepat meluas. Asep dan keluarga akhirnya mengambil langkah tengah, menyerahkan rumah tersebut dan pergi untuk meredam perseteruan.
Bukan hal mudah untuk meninggalkan rumah yang sudah memberikan kenyamanan. Apalagi bila rumah yang diwariskan untuk istrinya tersebut sudah dibangun kembali olehnya selama bertahun-tahun, dengan waktu, tenaga, dan biaya, yang tak sedikit. Ia merelakan rumah itu demi menghindari pecahnya pertengkaran keluarga.
“Ya daripada terjadi ribut-ribut, kata mertua yaudah lah saya ngalah aja lah. Akhirnya saya ngalah lah, ngontrak gitu.” Kesabaran dan pilihan itu bukan secara kebetulan mengantarkan Asep bertemu dengan Sugeng (murid Thoriqoh Shiddiqiyyah), lalu dari obrolan sederhana mereka di warung kopi mengenalkan Asep pada Shiddiqiyyah, menjadi cerita baru dalam lembaran hidupnya.
- Warga Ploso Jombang, Lestarikan Fakta Kelahiran Bung Karno!
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa