Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Toyyip: Ada Harap di Rumah yang Hampir Roboh

28 September 2025 07:00

Toyyip: Ada Harap di Rumah yang Hampir Roboh

Bangunan yang disebut rumah tak lagi mampu jadi tempat berteduh ketika hujan lebat mengguyur desa Tapen. Saling berebut tempat, tak jarang lari keluar rumah saking takutnya rumah itu roboh. Bagi Toyyip, hal itu sangat memilukan, sebagai kepala keluarga ia tak mampu memberikan istri dan keenam putrinya hunian yang layak. 

PERAN SUAMI DAN AYAH BAGI KEENAM ANAKNYA

Bagi seorang ayah, memberi nafkah keluarga dan tinggal di rumah yang nyaman bersama istri dan anak adalah cita-cita tiap keluarga. Begitu pula dengan Toyyip (45), seorang ayah dari keenam buah hatinya.

Sulitnya mendapat pekerjaan membuat Toyyip pergi ke jalanana sekedar mengatur lalu lintas atau menjadi pengamen, asal tak mengambil hak orang lain, pekerjaan itu akan ia lakukan untuk istri dan keenam buah hatinya di rumah. 

Toyyip adalah salah satu warga dari Dusun Panggendingan, Desa Tapen, Kec. Kudu, Kab. Jombang, Jawa Timur. Toyyip menikah dengan Purwaningsih (31) sekitar tahun 2014. Setelah pernikahan itu ia memulai hidupnya dari nol bersama Ningsih. Mereka tinggal bersama nenek Ningsih di Tapen, Kudu, Jombang. Dengan harapan sedikit demi sedikit Toyyip bisa menabung untuk membangun rumah sendiri.

Namun, harapan memiliki tempat tinggal sendiri rasanya masih menjadi mimpi. Pasalnya, Toyyip tidak juga mendapat pekerjaan yang menetap. Sehari-hari Toyyip bekerja serabutan. Kadang tukang ojek, tukang penyeberang jalan, pengamen hingga mencari barang rongsokan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Begitu pula dengan Ningsih, untuk membantu suaminya memenuhi kebutuhan rumah, Ia bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) dan pekerjaan sarabutan lain yang bisa menghasilkan uang. Semua itu mereka lakukan bertahun-tahun hingga mereka dikaruniai 6 orang anak.

Kebutuhan semakin bertambah banyak, namun keadaan ekonomi belum juga stabil, akhirnya keinginan Toyyip dan Ningsih memiliki rumah sendiri semakin sulit digapai. Jangankan untuk membangun rumah sendiri, sekedar memperbaiki rumah sang nenek yang sudah hampir robohpun belum  bisa mereka lakukan.

Kulo asline nggih pingin berdikari membangun rumah sendiri sudah berusaha tidak ada yang membantu sampek punya anak 6 dari awal ya ndak punya apa-apa bekerja keras sendiri kulo kaleh bojo kulo ucap Toyyip

Toyyi memiliki anak laki-laki yang masih sekolah dibangku kelas 2 SMA, anak kedua perempuan kelas 3 SMP, anak ketiga laki-laki kelas 2 SMP, anak ke 4 perempuan kelas 4 SD, anak nomer 5 kelas 2 SD, dan anak terakhir baru berusia 5 tahun.

IMG_0802.jpeg (142 KB)
Potret Toyyip ketika bekerja 

Meskipun kondisi ekonomi yang sulit namun Toyyip dan Ningsih tetap mengupayakan agar putra-putrinya tetap menempuh pendidikan di bangku sekolah, dengan harapan agar kelak bisa hidup lebih baik dari kedua orang tuanya.

Meski tak banyak materi yang bisa Toyyib berikan untuk keenam anaknya, tapi ada satu pesan yang selalu ia tekankan yakni kejujuran. Toyyip selalu mengajarkan untuk menjadi anak yang jujur dan tidak mengambil yang bukan haknya. 

Penulis: Nur Mika Sari

Editor: Nuraida