ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Toyyip: Ada Harap di Rumah yang Hampir Roboh
28 September 2025 07:00

RUMAH WARISAN SAKSI BISU KERASANYA PERJUANGAN TOYYIP
Setelah neneknya meninggal dunia, rumah tersebut diwariskan kepada Ningsih. Namun kondisi rumah tersebut sudah semakin memprihatinkan bahkan sangat jauh dari kata layak dihuni.
Genteng bocor dimana-mana, atap mulai runtuh, jika turun hujan sudah dapat dipastikan air masuk ke dalam rumah dari sela-la lubang genteng. Tak jarang, kalau hujan deras disertai angin kencang mereka memilih keluar rumah lantaran takut jika sewaktu-waktu rumah itu roboh dan menimpa anak-anaknya.
“nak udan pesti bocor, gentenge dereng saget mbenakake, nguwasno anak-anak nak udan guluduk bledek niku royoan nggon mbak. Dadi nak udan nglumpuk dados setunggal. Dadi kadang tukaran wong lare alit (kalau hujan pasti bocor, gentengnya banyak yang sudah rusak tapi belum bisa membelikan yang baru. Kadang lihat anak-anak kalau hujan petir itu berebut tempat. Jadi kalau hujan berkumpul jadi satu. Bahkan kadang sampai berkelahi namanya anak-anak kecil)", terang Toyyip kembali mengingat masa itu.
Ditengah kondisi ekonomi yang kian mencekik, rupanya Tuhan mendengar rintihan disetiap doa yang Toyyip dan Ningsih panjatkan tiap waktu.
Hari itu, ketika Toyyip sedang di rumah bersama istrinya, mereka didatangi oleh tiga pemuda tak dikenal. Awalnya Toyyip merasa takut, namun ketika pemuda tersebut memberi tahu bahwa mereka adalah anggota Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID).
Ada kelegaan dalam benak Toyyip ketika mendengar bahwa pemuda-pemuda tersebut dari OPSHID. Organisasi itu tidak asing bagi Toyyib dan keluarga karena sebelumnya mereka pernah didatangi pemuda OPSHID lainnya untuk memberikan santunan.
Kedatangan OPSHID hari itu bak utusan pembawa kabar gembira bagi Toyyip dan keluarga. Pasalnya, Toyyib menjadi salah satu dari 96 keluarga yang menerima bantuan Rumah Syukur dalam rangka mensyukuri Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya oleh OPSHID.
Bahagia tak terbendung terpancar dari sorot matanya yang berkaca-kaca, ungkapan syukur tak henti mereka sampaikan, “Mbien niku nak turu kudanan terus, dibenakno pancet nggak dibenakno yo pancet sampek kulo lemeki banner ngoten niko atape. Sak niki dibangunke rumah kaleh OPSHID Kulo nggih matursuwun sanget. Kulo bersyukur anak-anak kulo nggih sami bersyukur”, ungkap Toyyip ketika berbincang bersama tim OPSHIDMedia.
“Matursuwun, kulo sampek nangis saking senenge nggak nyongko, mbenakne genteng ae nggak iso mas”, tambah Ningsih.
Kini rumah Toyyip dan Ningsih dalam tahap pembangunan. OPSHID berkomitmen akan membangun rumah Toyyip dan keluarganya sampai tuntas. Berdinding bata, beralas keramik, beratap plafon dan genteng yang akan menaungi keluarga ini dari terik matahari dan dinginnya hujan.
Sebentar lagi impian memiliki rumah yang layak akan terwujud. Tak hanya sekedar layak tetapi juga mewah. Semua itu tak lepas atas Berkat Rochmat Alloh. Semoga Rumah Syukur ini menjadi hunian baru yang membawa keberkahan bagi penerima, sehingga keluarga Toyyip bisa merasakan hidup tentram. (OPSHIDMedia)
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon