ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Sumar Sahid: Rumah Jebol dan Lapuk, Khawatir Ambruk Tiap Hujan Deras
08 Oktober 2025 17:00

Madiun–Ada kalanya hidup menghadirkan kisah yang tak terduga. Air mata mengajarkan apa arti kesabaran, tawa hadir menumbuhkan harapan, namun rasa syukurlah yang tetap menguatkan hati dalam setiap keadaan.
Sumar Sahid (60), adalah sosok yang sederhana, namun teguh dalam menjalani lika-liku kehidupan. Sebagai peternak lele, ia mengisi kegiatan sehari-harinya untuk mencari pakan ternaknya. Keterbatasan kondisi ekonomi membuatnya harus memutar akal, karena belum mampu untuk membeli pakan untuk ternaknya. Dari orang-orang sekitar, ia kerap mendapat panggilan untuk mengambil ayam yang telah mati mendadak, atau biasa disebut ayam tiren (mati kemaren). Ayam-ayam itu ia olah untuk dijadikan pakan ternaknya.
Apa yang bagi orang lain dianggap tak bernilai, oleh Sumar Sahid diubah menjadi sebuah penghidupan yang sangat bernilai. Dari situlah ia membuktikan, bahwa di tengah keterbatasan, kecakapan dan ketekunan bisa menjadi kunci untuk tetap bertahan.
Sumar Sahid telah menekuni usaha ternak lelenya sejak tahun 2000. Namun jalan yang ia lalui tidak selalu mudah, hingga menjadikan usaha ini sempat terhenti. Pernah ia mencoba untuk beralih ke ternak kambing, puyuh, bahkan pernah mencoba usaha angsa juga, namun semua itu berhenti di tengah jalan. Ia memilih untuk kembali berternak ikan lele.
“Ternak lele sudah dari tahun 2000, putus 2016. Dan ganti kambing nggak berhasil, ganti puyuh. Ganti puyuh kena musibah tiga kali, terus ganti jual menthog (angsa-red),” Ujar Sumar Sahid. “Setelah cari kerjaan agak sulit dan memperoleh hasil itu selalu minim, kita kembali ke lele.”
Hingga kini hasil pendapatan dari panen lele tidak selalu stabil, namun semangatnya untuk tetap bekerja keras tidak pernah padam. Sebagai seorang kepala keluarga, ia terus berupaya untuk tetap bisa memberi penghidupan bagi keluarganya.
Di dalam rumah kondisinya sangat memprihatinkan, Sumar Sahid (60) dan istri Supiyatun (55) menjalani hidup dengan saling menguatkan satu sama lain. Supiyatun, yang sehari-hari berperan sebagai ibu rumah tangga, sejak tiga tahun terakhir harus berjuang dengan sakit lutut yang menjadikannya sulit berdiri lama. Begitu pula dengan Sumar Sahid yang sempat mengalami patah tulang, hingga kini ia tak mampu lagi mengangkat beban berat. Namun, di tengah sakit dan keterbatasan ini, mereka tetap tegar untuk berikhtiar dan menjalani hari dengan penuh keikhlasan.
“Ya, alchamdulillah secara normal sehat mbak, walaupun sebenarnya ya sakit. Yang dikeluhkan kan lututnya itu lho. Lutut kalo kumat itu sangat-sangat mengerikan. Kalo saya pribadi ya kadang angkat berat nggak bisa, kalo berdiri terlalu lama juga nggak bisa, karena kondisi pulihan habis patah tulang. Kalo lututnya ibu masih sering kumat,” jawab Sumar Sahid ketika kami tanya tentang bagaimana kondisi kesehatannya.
Pasangan ini memiliki dua orang anak. Anak pertama, Tamyiz Masruri (34) yang kini telah berkeluarga dan bekerja sebagai tukang pemasangan plafon. Sedangkan anak kedua, Riza Ainur Rohma (26) yang juga telah berkeluarga, kini hidup bersama suaminya di Purwokerto.
Meski seringkali dipandang sebelah mata oleh lingkungan sekitar, sampai kini Sumar Sahid dan Supiyatun tetap menjalani hidup dengan penuh Syukur. Di tengah kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, pendidikan dan kehidupan anak-anaknya tetap menjadi prioritas utama.
“Ya kita selalu bersyukur. Apa yang kita terima selalu bersyukur,” ungkap Sumar Sahid. “Ibarat penglihatan mili getih (menangis darah), kalo memang kondisinya seperti itu ya kita syukuri. Yang penting pendidikannya anak itu bisa berjalan dengan bagus gitu aja.”
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon