Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Sumar Sahid: Rumah Jebol dan Lapuk, Khawatir Ambruk Tiap Hujan Deras

08 Oktober 2025 17:00

Sumar Sahid: Rumah Jebol dan Lapuk, Khawatir Ambruk Tiap Hujan Deras

RUMAH SEBAGAI PEMUPUK SYUKUR

Tepat di Dukuh Glonggong, Desa Tempursari, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, terdapat calon bangunan Rumah Syukur, yang dulunya pernah berdiri sebuah rumah yang menjadi saksi atas ketabahan hidup Sumar Sahid beserta keluarganya. Rumah itu dulunya berbentuk bangunan tua yang ditopang pring (bambu). Dindingnya miring, berlantaikan tanah, dan bagian belakang rumah jebol. Bagian dalamnya terdapat empat kayu penyangga bangunan yang sudah sangat rapuh.

IMG_7578.jpeg (979 KB)

Musim hujan adalah ujian terberat bagi mereka. Genangan air kerap masuk ke dalam rumah, bahkan beberapa kali hujan deras menyebabkan banjir yang tingginya melebihi lutut orang dewasa. Jika terjadi demikian, mereka bersedia mengungsi sementara di Musholla yang letaknya tidak jauh dari rumah. Setelah surut barulah mereka kembali pulang ke rumah.  

Setiap banjir surut, lantai akan menjadi becek dan menyerupai tanah sawah. Kondisi ini sangat sering mereka alami khususnya di musim penghujan. Namun justru hal itulah yang menjadikan alasan bagi mereka untuk bertahan dan tetap saling menguatkan satu sama lain, tidak ada niat untuk mengungsi jika tidak darurat, sebab bagi mereka: betapa pun rapuh dan kacaunya kondisi rumah, di sanalah tempat mereka tinggal dan belajar arti syukur yang sesungguhnya. 

“Hujan deres, angin, tetep di rumah. Berdo’a, mugi-mugi mboten enten nopo-nopo ngoten mawon.” Ungkap Supiyatun dalam wawancara singkat bersama salah satu anggota OPSHID Madiun.

Di kesempatan lain ketika ditanya pertanyaan yang sama, Sumar Sahid juga menjawab, “Kulo ten pundi nek mboten ten mriki? Adanya seperti ini ya kita terima, yang penting kita diberi sehat sudah alchamdulillah”.

IMG_7577.jpeg (523 KB)

Penulis: Riska Farah Za’idah

Editor: Sa’adatush S.