ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Sudarsih: Terkena Kista, Suami Stroke, Menantu Meninggalkan Anakku Lantaran Ekonomi
03 Desember 2023 09:00
Ujian hidup manusia bisa berupa apa saja, seperti yang tengah dialami oleh keluarga Ibu Sudarsih. Ditengah ekomoni yang semakin melemah, penyakit yang sedang dideritanya bersama sang suami juga tak kunjung sembuh.
Ibu Sudarsih (44) dan Bapak Karnawi (54), sepasang suami istri yang dikaruniai anak laki-laki tunggal bernama Heri Siswanto (27). Keluarga kecil ini tinggal terpisah, Ibu Sudarsih tinggal di Dsn. Mbunten RT 01 / RW 11, Ds. Tondomulo, Kec. Kedungadem, Kab. Bojonegor. Sedangkan Bapak Karnawi tinggal bersama saudaranya.
Tinggal terpisah ini lantaran sakit yang tengah diderita oleh masing-masing pihak. Bapak Karnawi, suami dari Ibu Sudarsih menderita sakit stroke sejak 20 tahun lamanya, tentu saja sakit ini menghambat seluruh aktivitas Bapak Karnawi. Sedangkan Ibu Sudarsih sendiri sudah sakit-sakitan sejak belasan tahun lamanya dan baru divonis mengidap penyakit kista pada tahun 2022 lalu.
Meski penyakit kista tengah dideritanya, Ibu Sudarsih masih mampu bergerak dan beraktivitas. Hal ini yang kemudian menjadi pemantik semangat beliau untuk sembuh. Rasanya, berbagai usaha sudah beliau lakukan, berobat sebisa yang dilakukanpun sudah beliau lalui, sampai tak terasa seluruh harta yang dimilikinya juga dipertaruhkan untuk berobat. Sampai tiba dimana Ibu Sudarsih hanya mengandalkan penghasilan anak semata wayangnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Disisi lain, Heri Siswanto putra semata wayang Ibu Sudarsih berusaha memenuhi kebutuhan sang Ibu dengan bekerja sebagai penjual kayu bakar keliling antar desa. Penghasilan yang tidak seberapa, ditambah kondisi ibunya yang sakit-sakitan, membuat istri Heri angkat kaki dari rumah, memutuskan untuk meninggalkan Heri.
Ditengah ujian yang tidak tahu kapan ujungnya itu. Sulastri, kakak kandung Ibu Sudarsih yang tak sampai hati melihat kondisi keluarga sang adik, memberanikan diri untuk meminta bantuan kepada Bapak Jamin, salah seorang warga Mbunten agar berkenan menyampaikan kepada RST dan RSTMC mengenai kondisi Ibu Sudarsih, barangkali melalui RST dan RSTMC datang secercah harapan untuk kesembuhan adiknya.
Keberanian itu mendatangkann kabar baik, bantuan yang disampaikan melalui Bapak Jamin diterima oleh pihak OPSHID. Maka, tepat pada bulan Februari 2022, Ibu Sudarsih dipertemukan dengan OPSHID Departemen kemanusiaan bidang kesehatan bernama RST dan RSTMC, yang mana nantinya seluruh biaya pengobatan dan kendaraan antar-jemput sepenuhnya ditanggung oleh RSTMC.
"Operasinya juga sama ditanggung oleh RST dan RSTMC di Pelengkap Jombang, Alchamdullilah setelah operasi sudah tidak merasa sakit, hanya kadang-kadang merasa nyeri saja”, ungkap Ibu Sulastri menyampaikan kondisi sang adik setelah melakukan operasi kista.
Sejak saat itu, Ibu Sudarsih menjadi pasien dalam pantauan RSTMC. Tak jarang jika penyakit Ibu Sudarsih kambuh, RSTMC siaga untuk mengantar Ibu Sudarsih berobat. Tentu saja, lagi-lagi seluruh biaya ditanggung oleh RSTMC.
"Alhamdullilah sakeluarga mendapat bantuan dari RST dan RSTMC ini, saumpama tidak mendapat bantuan nggak tau lagi nasibnya gimana, saya sekeluarga sangat bersyukur dan berterima kasih banyak karena mendapat bantuan dari RST dan RSTMC', tutur Ibu Sulastri menyampaikan rasa syukur atas apa yang telah dilakukan RSTMC kepada adiknya.
"Saya berharap, kedepannya adik saya semoga lekas di berikan kesembuhan dan semoga program OPSHID semuanya bisa semakin maju", pungkas Ibu Sulastri. (OPSHID MEDIA)
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus
- Sang Merah Putih Dan Makna Agung Dibaliknya